Tangkal Radikalisme, Pengamat Intelijen Dukung Penerapan Moderasi Beragama

Jum'at, 17 Desember 2021 - 22:03 WIB
Direktur Eksekutif Centre of Intelligence Strategic Studies Ngasiman Djoyonegoro mengusulkan adanya audit forensik terhadap pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) yang diduga tidak sejalan dengan ideologi Pancasila. FOTO/IST
JAKARTA - Direktur Eksekutif Centre of Intelligence Strategic Studies Ngasiman Djoyonegoro mengusulkan adanya audit forensik terhadap pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) yang diduga tidak sejalan dengan ideologi Pancasila. Hal ini penting dilakukan untuk menutup celah potensi masuknya kelompok intoleran , radikal, dan terorisme ke dalam kementerian dan lembaga negara.

"Saya dulu pernah menulis supaya ada audit forensik terhadap aparat dan ASN kita. Supaya yang sudah beda dengan ideologi Pancasila, tidak melenceng lagi," kata Ngasiman dalam Seminar Publik bertajuk "Moderasi Beragama dan Tantangan Politik Identitas di Indonesia" yang diselenggarakan Lingkar Studi Politik Indonesia (LSPI), Jumat (17/12/2021).



Menurutnya, kementerian dan lembaga negara, terutama BUMN menjadi sasaran empuk kelompok radikal masuk dan mempengaruhi para pejabat dan pegawainya. "Mereka menggunakan pola-pola pendekatan yang kelompok dan top manajerial di lingkungan kementerian dan lembaga negara, terutama di BUMN kita," tuturnya.

Baca juga: Gus Muwafiq: Moderasi Beragama untuk Kedamaian dan Keutuhan NKRI

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!