Sandiaga Uno Harap Pelaku Parekraf Bisa Maksimalkan Teknologi
Minggu, 12 Desember 2021 - 06:32 WIB
Dia mengungkapkan kembali dominasi UMKM yang memiliki kontribusi cukup besar pada PDB Nasional. Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan jika UMKM mendominasi 99,9% pelaku usaha di Indonesia, berkontribusi sebanyak 61% terhadap PDB nasional, mampu menyerap tenaga kerja hingga 97 persen dan kontribusi pada ekspor sebesar 14,37%.
Teten menilai pelaku UMKM memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan dan pemulihan ekonomi nasional. Di tengah disrupsi karena pandemi dan disrupsi digital gelombang kedua, lanjut dia, transformasi digital menjadi sangat penting bagi UMKM. “Ekonomi digital Indonesia tumbuh sangat signifikan. Pada 2020, nilai ekonomi digital tercatat mencapai Rp640 triliun. Angka ini diproyeksi meningkat 8 kali lipat menjadi Rp4.351 triliun di 2030,” katanya.
Baca: Sandiaga Uno Berharap Desa Wisata Dorong Kebangkitan Indonesia
Menurut Teten, saat ini ada 16,4 juta UMKM telah terhubung ke dalam platform digital. Angka ini menunjukkan pertumbuhan lebih dari 100 persen sejak awal pandemi. Maka itu, kata Teten, pendampingan berkelanjutan, insentif bagi pelaku usaha, dan infrastruktur menjadi elemen kunci yang sangat dibutuhkan UMKM untuk bertransformasi digital. “Semoga program CX Summit bisa menghadirkan beragam inovasi teknologi dan model bisnis berorientasi customer yang dapat dimanfaatkan UMKM dan masyarakat secara luas,” ujar Teten.
Adapun para peserta CX Summit terdiri dari masyarakat umum dan pihak yang terkait tampak antusias mendapatkan informasi penting sekaligus berdiskusi dengan beragam narasumber lokal dan global CX Experts serta para praktisi dari beragam segmen industri yang tentunya sangat menginspirasi. Penasihat ICXP pada CX Summit Helmy Yahya mengajak pelaku industri pariwisata di Indonesia untuk belajar dari Paris dan New York yang mampu menarik pengunjung datang berulang kali. “Sebaik apapun tempat pariwisata, kalau CX buruk, dijamin pengunjung tidak akan kembali lagi,” kata Helmy Yahya dalam presentasinya.
Selain Helmy Yahya, CX Summit juga menghadirkan Subiakto Priosoedarsono sebagai pakar brand selama 50 tahun. “Pelanggan tidak tertarik pada produk, tapi tertarik pada cerita di balik produk tersebut. Cerita itu adalah CX,” kata Subiakto Priosoedarsono.
Teten menilai pelaku UMKM memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan dan pemulihan ekonomi nasional. Di tengah disrupsi karena pandemi dan disrupsi digital gelombang kedua, lanjut dia, transformasi digital menjadi sangat penting bagi UMKM. “Ekonomi digital Indonesia tumbuh sangat signifikan. Pada 2020, nilai ekonomi digital tercatat mencapai Rp640 triliun. Angka ini diproyeksi meningkat 8 kali lipat menjadi Rp4.351 triliun di 2030,” katanya.
Baca: Sandiaga Uno Berharap Desa Wisata Dorong Kebangkitan Indonesia
Menurut Teten, saat ini ada 16,4 juta UMKM telah terhubung ke dalam platform digital. Angka ini menunjukkan pertumbuhan lebih dari 100 persen sejak awal pandemi. Maka itu, kata Teten, pendampingan berkelanjutan, insentif bagi pelaku usaha, dan infrastruktur menjadi elemen kunci yang sangat dibutuhkan UMKM untuk bertransformasi digital. “Semoga program CX Summit bisa menghadirkan beragam inovasi teknologi dan model bisnis berorientasi customer yang dapat dimanfaatkan UMKM dan masyarakat secara luas,” ujar Teten.
Adapun para peserta CX Summit terdiri dari masyarakat umum dan pihak yang terkait tampak antusias mendapatkan informasi penting sekaligus berdiskusi dengan beragam narasumber lokal dan global CX Experts serta para praktisi dari beragam segmen industri yang tentunya sangat menginspirasi. Penasihat ICXP pada CX Summit Helmy Yahya mengajak pelaku industri pariwisata di Indonesia untuk belajar dari Paris dan New York yang mampu menarik pengunjung datang berulang kali. “Sebaik apapun tempat pariwisata, kalau CX buruk, dijamin pengunjung tidak akan kembali lagi,” kata Helmy Yahya dalam presentasinya.
Selain Helmy Yahya, CX Summit juga menghadirkan Subiakto Priosoedarsono sebagai pakar brand selama 50 tahun. “Pelanggan tidak tertarik pada produk, tapi tertarik pada cerita di balik produk tersebut. Cerita itu adalah CX,” kata Subiakto Priosoedarsono.
Lihat Juga :