Kementerian PUPR Bangun Jembatan Kretek Dua Permudah Akses Wisata
Minggu, 12 Desember 2021 - 09:00 WIB
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Provinsi DI Yogyakarta, Julian Sitomorang mengatakan, saat ini progres konstruksi Jembatan Kretek Dua sudah mencapai 63,27 persen dan sesuai kontrak, jembatan ini ditargetkan rampung pada Januari 2023. “Untuk progres pekerjaan, struktur bawah telah selesai semua, pondasi dan pier-nya. Untuk saat ini kita mengerjakan erection girder. Sementara pekerjaan aspal dan deck slab juga paralel kita kerjakan,” jelasnya.
Julian menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Kretek Dua memiliki tantangan tersendiri karena lokasi jembatan berada di wilayah yang rawan gempa dan likuifaksi atau pergerakan tanah. Namun demikian, pihaknya sudah menggunakan teknologi khusus agar umur jembatan dapat bertahan sesuai rencananya, yakni 100 tahun.
“Di lokasi Jembatan Kretek Dua, terdapat Sesar Opak. Sesar ini merupakan sesar aktif sehingga potensi terjadi gempa bumi dan pergerakan tanah. Oleh karenanya, kami menggunakan teknologi LRB (Lead Rubber Bearing) untuk meredam gempa, lalu juga menggunakan MSE Wall untuk daerah timbunan. Selain itu, mengantisipasi terjadi likuifaksi, kami menggunakan soil replacement sedalam tiga meter untuk menggantikan tanah yang terlikuifaksi, dan penancapan tiang pancang dilakukan sampai ke lapisan tanah yang tidak terlikuifaksi,” terang Julian.
Sebagai informasi, pembangunan Jembatan Kretek Dua menelan dana Rp364 miliar yang berasal dari dana loan Islamic Development Bank (IsDB). Jembatan ini akan memiliki empat lajur dan dua jalur. Di atas jembatan akan terdapat jalur khusus untuk pejalan kaki, namun tidak berupa trotor melainkan pedestrian yang dipisahkan dengan barrier.
Julian menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Kretek Dua memiliki tantangan tersendiri karena lokasi jembatan berada di wilayah yang rawan gempa dan likuifaksi atau pergerakan tanah. Namun demikian, pihaknya sudah menggunakan teknologi khusus agar umur jembatan dapat bertahan sesuai rencananya, yakni 100 tahun.
“Di lokasi Jembatan Kretek Dua, terdapat Sesar Opak. Sesar ini merupakan sesar aktif sehingga potensi terjadi gempa bumi dan pergerakan tanah. Oleh karenanya, kami menggunakan teknologi LRB (Lead Rubber Bearing) untuk meredam gempa, lalu juga menggunakan MSE Wall untuk daerah timbunan. Selain itu, mengantisipasi terjadi likuifaksi, kami menggunakan soil replacement sedalam tiga meter untuk menggantikan tanah yang terlikuifaksi, dan penancapan tiang pancang dilakukan sampai ke lapisan tanah yang tidak terlikuifaksi,” terang Julian.
Sebagai informasi, pembangunan Jembatan Kretek Dua menelan dana Rp364 miliar yang berasal dari dana loan Islamic Development Bank (IsDB). Jembatan ini akan memiliki empat lajur dan dua jalur. Di atas jembatan akan terdapat jalur khusus untuk pejalan kaki, namun tidak berupa trotor melainkan pedestrian yang dipisahkan dengan barrier.
Lihat Juga :