Anwar Abbas Kritik Jokowi di Kongres MUI, Faldo: Presiden Tidak Takut Dikritik
Sabtu, 11 Desember 2021 - 11:40 WIB
“Pemerintah, Presiden dalam hal ini, punya kejengkelan yang sama dengan kita semua, termasuk MUI. Persoalan yang sudah mengakar lama sedang berupaya diselesaikan satu per satu. Komitmen pemerintah sudah sangat jelas dalam pidato Presiden, tinggal kita jalan bersama dengan penuh komitmen pula,” ujarnya, Sabtu (11/12/2021).
Faldo menilai pada kesempatan itu Presiden Jokowi pun telah menjelaskan secara detail. Di mana pemerintah sudah melakukan upaya yang sangat banyak.
“Berbagai strategi sudah ditempuh untuk menyelesaikan persoalan ketimpangan dan mengedepankan ekonomi kerakyatan. Mekaar itu satu program, kalau disebut semua tidak cukup itu waktu acaranya,” jelasnya.
Faldo menilai Jokowi adalah sosok yang mau dikritik secara langsung. Di sisi lain Presiden sudah banyak berupaya meskipun hasilnya selalu menjadi perdebatan. Baca juga: MUI Tuntut Guru yang Cabuli Belasan Santri di Bandung Dihukum Seberat-beratnya
“Yang tidak kerja takut dikritik. Presiden Jokowi mau dikritik langsung tidak soal. Beliau sudah banyak berupaya. Masalah hasilnya, tentu selalu jadi perdebatan. Ada yang sudah puas, ada yang belum. Tugas negara memastikan keadilan untuk semua. Siapa pun tidak mungkin senangkan semua orang,” pungkasnya.
Faldo menilai pada kesempatan itu Presiden Jokowi pun telah menjelaskan secara detail. Di mana pemerintah sudah melakukan upaya yang sangat banyak.
“Berbagai strategi sudah ditempuh untuk menyelesaikan persoalan ketimpangan dan mengedepankan ekonomi kerakyatan. Mekaar itu satu program, kalau disebut semua tidak cukup itu waktu acaranya,” jelasnya.
Faldo menilai Jokowi adalah sosok yang mau dikritik secara langsung. Di sisi lain Presiden sudah banyak berupaya meskipun hasilnya selalu menjadi perdebatan. Baca juga: MUI Tuntut Guru yang Cabuli Belasan Santri di Bandung Dihukum Seberat-beratnya
“Yang tidak kerja takut dikritik. Presiden Jokowi mau dikritik langsung tidak soal. Beliau sudah banyak berupaya. Masalah hasilnya, tentu selalu jadi perdebatan. Ada yang sudah puas, ada yang belum. Tugas negara memastikan keadilan untuk semua. Siapa pun tidak mungkin senangkan semua orang,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :