Paksa Tunarungu Berbicara, Risma Berdalih Ingin Melatih agar Tidak Menyerah
Kamis, 02 Desember 2021 - 17:58 WIB
Desakan itu kemudian membuat Adi menurut Risma. Ia mengucapkan sepatah dua patah kata yang tidak terdengar jelas. Risma lalu meminta seorang perempuan untuk menerjemahkan apa yang disampaikan Adi. Dengan inisiatifnya, Adi hendak mengambil alat tulis yang dibawa perempuan tersebut.
"Ndak, ndak pakai tulis sayang, kamu bicara," kata Risma.
Baca juga: Risma Sebut Komisi Nasional Disabilitas Kurangi Beban Kemensos
Dengan mimik bingung, Adi kemudian mengucapkan kalimat yang dituntun oleh Risma. "Adi mau lestarikan alam," kata Adi dalam terbata-bata dan disambut tepok tangan hadirin. "Bisa lo Adi, bisa Adi kamu bicara," kata Risma.
Melihat hal itu, seorang perwakilan dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), Stefanus naik ke panggung dan memprotes pernyataan mantan Wali Kota Surabaya ini.
"Saya mau bicara dengan ibu sebelumnya bahwasannya anak tuli itu harus memang menggunakan alat bantu dengar tapi tidak untuk dipaksa berbicara," kata Stefanus lewat penerjemah bahasa bicara isyarat.
Di atas panggung juga ia mengaku kaget ketika Mensos Risma memberikan peryataan terkait hal tersebut. Karena, menurutnya, bahasa isyarat sangat penting bagi para penyandang disabilitas rungu wicara untuk kehidupan sehari-hari.
"Ndak, ndak pakai tulis sayang, kamu bicara," kata Risma.
Baca juga: Risma Sebut Komisi Nasional Disabilitas Kurangi Beban Kemensos
Dengan mimik bingung, Adi kemudian mengucapkan kalimat yang dituntun oleh Risma. "Adi mau lestarikan alam," kata Adi dalam terbata-bata dan disambut tepok tangan hadirin. "Bisa lo Adi, bisa Adi kamu bicara," kata Risma.
Melihat hal itu, seorang perwakilan dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), Stefanus naik ke panggung dan memprotes pernyataan mantan Wali Kota Surabaya ini.
"Saya mau bicara dengan ibu sebelumnya bahwasannya anak tuli itu harus memang menggunakan alat bantu dengar tapi tidak untuk dipaksa berbicara," kata Stefanus lewat penerjemah bahasa bicara isyarat.
Di atas panggung juga ia mengaku kaget ketika Mensos Risma memberikan peryataan terkait hal tersebut. Karena, menurutnya, bahasa isyarat sangat penting bagi para penyandang disabilitas rungu wicara untuk kehidupan sehari-hari.
Lihat Juga :