Aksi Nyata untuk Perubahan Iklim Ditunggu
Rabu, 01 Desember 2021 - 00:07 WIB
Relawan Greenpeace saat menggelar aksi Gelar Aksi 1.000 kartu pos rakyat untuk Presiden Joko Widodo di kawasan Patung Kuda Arjuna Arjuna Wijaya, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (10/11/2021). Foto/Dok.SINDOnews/Faisal Rahman
JAKARTA - Aksi nyata untuk perubahan iklim ditunggu masyarakat. Apa yang disampaikan pemimpin dunia, termasuk Indonesia dalam COP26 sifatnya masih komitmen.
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai komitmen tidak akan menurunkan emisi gas rumah kaca. "Yang menurunkan emisi gas rumah kaca itu aksi. Jadi setelah COP ini kita ingin melihat bagaimana aksi itu dilaksanakan,” kata Fabby, Selasa (30/11/2021).
Transisi dari energi kotor ke energi hijau dinilai menjadi salah satu pekerjaan rumah Indonesia yang mendesak. Saat ini, batu bara masih merupakan sumber utama energi listrik. Indonesia telah memiliki rencana lanjutan untuk penutupan awal beberapa pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU).
Baca juga: BMKG Berharap Pemuda Jadi Agen Perubahan
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai komitmen tidak akan menurunkan emisi gas rumah kaca. "Yang menurunkan emisi gas rumah kaca itu aksi. Jadi setelah COP ini kita ingin melihat bagaimana aksi itu dilaksanakan,” kata Fabby, Selasa (30/11/2021).
Transisi dari energi kotor ke energi hijau dinilai menjadi salah satu pekerjaan rumah Indonesia yang mendesak. Saat ini, batu bara masih merupakan sumber utama energi listrik. Indonesia telah memiliki rencana lanjutan untuk penutupan awal beberapa pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU).
Baca juga: BMKG Berharap Pemuda Jadi Agen Perubahan
Lihat Juga :