KAGAMA Menulis V Jadi Ajang Peluncuran Buku The Story of Gondes

Minggu, 07 Juni 2020 - 11:15 WIB
Hal itu jika dikembalikan pada konteks semula, maka berarti tulisan juga tentang sebuah rasa. Oleh sebab itu, Gun berpesan, untuk tidak meniru tulisan dari penulis manapun.

“Bikinlah tulisan Anda sendiri karena itu memiliki rasa tersendiri,” ucap Gun. “Storytelling yang bagus bukanlah berbicara tentang hal-hal hebat. Tetapi membicarakan sesuatu secara hebat,” sambung pria kelahiran 1968 ini.

Lebih lanjut, bahan yang sifatnya remeh-temeh, kata Gun, bisa diolah dan disajikan dengan tidak biasa dan unik. Hanya dengan berlatih seseorang bisa melakukannya. Kata Gun, jika seseorang sudah biasa menulis, itu tandanya dia bisa.

“Setiap orang memiliki ciri tersendiri, memiliki gaya sendiri, dan memiliki cara menceritakan sesuatu sendiri. Jagalah itu sebagai modal untuk menulis,” tutur Gun.

“Setiap orang itu genuine, tidak sama, dan ciri-cirinya akan kelihatan. Itu DNA Anda, yakinlah Anda unik. Itu harus dijaga!” tambahnya.

Kemudian, Gun menyarankan, untuk menulis layaknya seorang yang sedang dimabuk cinta. Sebab, orang-orang yang sedang dimabuk cinta tiba-tiba saja menjadi pujangga.

Kata-kata yang keluar akan cenderung lebih puitis. Gun menyarankan, awali menulis dengan cinta, baru passion. Jika hanya sekadar menulis, tanpa cinta, hasilnya bakal tidak keruan. “Mulailah menulis sekarang juga, tentang apa? Semua, baik sesuatu yang hebat atau tidak. Namun, tulislah dengan cara yang tidak biasa,” ujar Gun.

“Jangan pernah berpikir bahwa Anda tidak bisa. Saya dulu bukan penulis, tapi sering. Jadi, yakinlah bahwa Anda bisa,” pungkas pria yang berulang tahun tiap 12 April tersebut.
(zil)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!