Resensi Buku: Kesahajaan dan Loyalitas Tanpa Batas Marsekal Hadi Tjahjanto

Selasa, 30 November 2021 - 05:01 WIB
Jangan sampai salah pendekatan yang justru membuat dukungan kepada KKB menguat. Panglima TNI secara khusus meminta untuk merebut hati rakyat Papua agar tetap teguh mencintai NKRI.

Panglima TNI juga meminta semua unsur personel yang bertugas meningkatkan sinergi sehingga kesejahteraan masyarakat Papua dirasakan lebih cepat. Pada satu sisi TNI-Polri bahu-membahu menjaga stabilitas keamanan di Papua. Namun ada tugas lain yang diemban, yaitu mengawal pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, agar upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua tepat sasaran. Apa yang dilakukan TNI-Polri mendapat dukungan luas dalam menumpas KKB.

Selain di Papua aksi teror dari kelompok teroris Ali Kera di Poso juga menjadi perhatian serius Hadi Tjahjanto. Melalui Operasi Madago Raya TNI dan Polri bahu membahu memburu pentolan teoris Ali Kera di Poso. Dalam operasi ini TNI dilibatkan sebagai bagian dari satgas.

Operasi dilakukan melalui soft approach maupun hard aprroach. Dalam menjalankan soft approach, satgas mengimbau agar Ali Kalora dan kelompoknya menyerahkan diri dan saling bicara. Namun bila hal itu tidak diindahkan, hard approach akan dikedepankan.

Ketegangan di Laut Natuna Utara menjadi perhatian publik. Sebagai Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tak akan membiarkan sejengkal tanah pun diambil negara asing. Bukan sekadar soal ikan, kehadiran pihak asing di perairan Natuna adalah sebuah pelanggaran atas kedaulatan NKRI.

Tidak boleh ada satu negara pun yang seenaknya memasuki wilayah Indonesia dan melakukan eksploitasi secara tidak sah. Bila itu terjadi, tindakan tegas akan diambil. Perhatian besar diberikan Kementerian Pertahanan dan TNI dalam menjaga kedaulatan Indonesia di Natuna. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto secara fisik datang langsung ke kawasana Natuna untuk mengecek kesiapsiagaan pasukannya di sana.

Buku ini tidak hanya bercerita kiprah Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di dalam negeri. Secara lengkap buku ini juga menuliskan bagaimana sosok Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengambil peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan dunia.

Langkah-langkah strategis diterapkan sebagai andil TNI dalam menjaga perdamaian dunia. Upaya itu dilakukan dengan sejumlah pertemuan bilateral dalam bidang militer dan pertahanan dengan sejumlah negara. Kerjasama bilateral dalam bidang militer dan pertahanan juga meliputi penangnan becana di beberapa negara.

Awal 2020 Australia dilanda bencana kebakaran lahan dan hutan yang hebat. Sebanyak 38 personel TNI dikirim ke Australia untuk ikut dalam pemadaman api di lahan dan hutan yang terbakar. Pemerintah Australia mengucapkan terima kasih atas uluran tangan Indonesia yang sangat membantu itu.

Kiprah TNI di Australia ini adalah bagian dari diplomasi besar Indonesia dalam menjaga hubungan baik dengan seluruh negara agar keamanan di kawasan tetap terjaga.

Hubungan baik juga dijalin dengan Amerika Serikat. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS), HE James Norman Mattis, didampingi Duta Besar AS, HE Joseph R. Donovan, Jr, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Dalam kunjungan tersebut dibahas kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk bidang teknologi alutsista dalam bentuk pengembangan alutsista maupun transfer ilmu dan teknologi. Kedua belah pihak membahas juga bidang pendidikan yang terkait dengan peningkatan kemampuan prajurit masing-masing.

Pada awal 2019, giliran India yang dikunjungi Panglima TNI. Panglima didampingi Ketua Umum Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Tjahjanto, memenuhi undangan kehormatan dari Panglima Angkatan Bersenjata India, Laksamana Sunil Lanba. Selama 4 hari kunjungannya, kedua belah pihak membahas berbagai bidang penting.

Di kawasan Asia tenggara, secara rutin Panglima TNI mengikuti ASEAN Chiefs of Defense Forces Meeting (ACDFM). ACDFM Ke-18 Tahun 2021 mengangkat tema “We Care, We Prepare, We Prosper”. ACDFM Ke-18 diikuti Vietnam, Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia telah mengubah tatanan kehidupan. Dampak yang dirasakan sangat luar biasa. Tak terkecuali di Tanah Air. Dari awal antisipasi hingga pandemi menyerang tanah air Marsekal TNI Hadi Tjahjanto hadir di tengah masyarakat.

Dalam buku ini diceritakan bagaimana Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjalankan perintah Presiden Joko Widodo untuk melakukan antisipasi hingga penanganan wabah Covid-19 di Tanah Air. Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin langsung pengerahan prajurit TNI untuk menjemput WNI di Wuhan. Penjemputan ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah Kementerian Luar Negeri dan Kemeneterian Kesehatan.

Proses penjemputan berjalan lancar. Ratusan WNI yang dijemput dari Wuhan berhasil menjalani karantina dan dinyatakan tidak terpapar Covid-19. Namun beberapa bulan kemudian, Covid-19 menyerang Tanah Air.

Mimpi buruk pun datang. Sejak temuan pertama, angka warga yang terpapar Corona semakin tinggi. Presiden pada Sabtu, 14 Maret 2020, meningkatkan status wabah Corona di Indonesia menjadi bencana nasional. Indonesia dilanda Covid-19. Presiden kemudian membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 agar pandemi ini segera dapat diatasi.

Tak hanya itu, Presiden juga memerintahkan Panglima TNI untuk mengerahkan segala kemampuannya mengatasi penyebaran virus Covid-19 di Tanah Air. Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bergerak cepat. Dengan berkoordinasi antarlembaga, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengambil langkah langkah strategis terkait penanganan dan pencegahan Covid-19 di Tanah Air.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Menteri Kesehatan saat itu Terawan Agus Putranto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo meninjau kesiapan fasilitas dan kesiapan Wisma Atlet yang dijadikan rumah sakit darurat Corona (Covid-19) di Kemayoran, Jakarta Utara.

Selain itu, Panglima TNI juga menyiapkan seluruh rumah sakit TNI untuk penanganan pasien Covid-19. Rumah sakit lapangan dibangun. Panglima TNI turun sendiri melakukan sidak untuk memastikan kesiapan rumah sakit lapangan yang berada di RSPAD, RSAL dan RSAU.

Pencegahan Covid-19 juga tak kalah pentingnya. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan. TNI secara intensif melakukan sosialisasi disiplin protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Warga juga diimbau untuk menghindari kerumunan. Panglima TNI dalam banyak kesempatan turut mengampanyekan sendiri protokol kesehatan ini. Panglima berkali-kali keluar-masuk ke kawasan ekonomi seperti pasar untuk melakukan sosialisasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!