Natalius Pigai Sebut Prabowo-Puan Maharani Pemimpin Bersih dan Genuine
Minggu, 28 November 2021 - 18:00 WIB
Tahun 2024 nanti, kata dia menjadi tahun yang sangat menentukan bagi perjalanan bangsa Indonesia lima tahun ke depan. Karena itu masyarakat diminta untuk memastikan betul rekam jejak calon sehingga tidak seperti memilih kucing dalam karung.
"Tahun 2024 adalah momentum bagi bangsa ini untuk maju sehingga jangan sampai salah memilih pemimpin. Jangan juga memilih calon pemimpin yang dimunculkan oleh kekuatan sosmed dengan dukungan sumber dana yang besar karena fakta sesungguhnya tidak punya prestasi apa-apa di RI," ucapnya melanjutkan.
Natalius menuturkan calon yang dipoles atau diberi "lipstik" tidak memberi benefit apa-apa untuk bangsa ini. "Makanya, harus teliti dalam memilih. Kalau kita memilih pemimpin kucing dalam karung, maka kita sendiri yang akan rugi," tegasnya.
Tugas masyarakat, termasuk mahasiswa kata dia melakukan riset tentang rekam jejak calon sehingga tidak salah memilih. Dia memberi contoh calon yang sudah punya masalah hukum dengan KPK dan tidak memiliki rekam jejak prestasi tentu tidak tepat dipilih jadi pemimpin. Baca juga: Fadli Zon Usai Ditegur Prabowo, Arief Poyuono: Mungkin Lagi Merenung di Suatu Tempat Sunyi
"Ada yang sekarang ini mungkin karena rekayasa medsos jadi seolah-olah hebat padahal pernah juga dipanggil KPK. Artinya ini sudah bermasalah. Masyarakat jangan sampai terbuai oleh rekayasa medsos itu," pungkasnya.
"Tahun 2024 adalah momentum bagi bangsa ini untuk maju sehingga jangan sampai salah memilih pemimpin. Jangan juga memilih calon pemimpin yang dimunculkan oleh kekuatan sosmed dengan dukungan sumber dana yang besar karena fakta sesungguhnya tidak punya prestasi apa-apa di RI," ucapnya melanjutkan.
Natalius menuturkan calon yang dipoles atau diberi "lipstik" tidak memberi benefit apa-apa untuk bangsa ini. "Makanya, harus teliti dalam memilih. Kalau kita memilih pemimpin kucing dalam karung, maka kita sendiri yang akan rugi," tegasnya.
Tugas masyarakat, termasuk mahasiswa kata dia melakukan riset tentang rekam jejak calon sehingga tidak salah memilih. Dia memberi contoh calon yang sudah punya masalah hukum dengan KPK dan tidak memiliki rekam jejak prestasi tentu tidak tepat dipilih jadi pemimpin. Baca juga: Fadli Zon Usai Ditegur Prabowo, Arief Poyuono: Mungkin Lagi Merenung di Suatu Tempat Sunyi
"Ada yang sekarang ini mungkin karena rekayasa medsos jadi seolah-olah hebat padahal pernah juga dipanggil KPK. Artinya ini sudah bermasalah. Masyarakat jangan sampai terbuai oleh rekayasa medsos itu," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :