Mahfud MD: Indonesia Bukan Negara Islam, Tapi Bisa Dibangun Jadi Islami

Kamis, 25 November 2021 - 12:10 WIB
Mahfud mengatakan banyak nilai-nilai Islami yang mengandung nilai universal. “Misalnya kalau persamaan derajat, soal hak asasi manusia, soal pemerintahan yang adil, soal apa? Menjaga lima hal yang dilindungi oleh SARA, itu maksudnya melindungi kebebasan beragama, melindungi jiwa, melindungi harta, menjaga keturunan, menjaga otak,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan Indonesia merupakan negara kesepakatan dari pertentangan tokoh-tokoh pendiri bangsa yakni Soekarno (Bung Karno) dan Mohammad Natsir. “Sebagai negara kesepakatan, saya singgung sedikit, karena ini memang dulu ada pertentangan yang tajam antara kelompok yang ingin negara sekuler yang diwakili oleh Bung Karno, itu 1938 jelas bahwa kalau Indonesia besok akan merdeka harus menjadi negara sekuler seperti Turki di bawah Kemal Ataturk, itu tulisannya sampai pada waktu itu. Kata Bung Karno pada waktu itu, kalau negara disatukan dengan agama itu negara mundur,” ungkap Mahfud.

Lalu, kata Mahfud, ada Natsir yang menegaskan jika ingin mendirikan negara demokrasi harus negara Islam. “Kalau mau demokrasi beneran ya negara Islam, karena Indonesia mayoritas Islam ya harus negara Islam, nah di situ Islam menyediakan seluruh perangkat yang diperlukan di zaman modern,” imbuhnya.

Namun, kedua pemikiran tersebut akhirnya disatukan dan bermuara untuk mendirikan negara Pancasila. “Nah itulah pertentangan yang sangat tajam lalu bermuara pada lahirnya tidak Soekarno, tidak Natsir tapi Soekarno dan Natsir dan umat Islam dan seluruh rakyat yaitu kesepakatan bahwa kita mendirikan negara Pancasila. Di situ semua perbedaan disatukan,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!