AKP Stepanus Robin Ajukan Jadi Justice Collabolator, Ini Kata KPK
Selasa, 23 November 2021 - 18:28 WIB
Sebelumnya, terdakwa kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju meminta untuk menjadi JC. Hal tersebut disampaikannya dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (22/11) lalu.
Dalam persidangan, Robin dalam kesaksiannya mengaku sempat dicurhati mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Robin mengatakan kalau mantan M Syahrial ditelepon oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Lili Pintauli Siregar.
Robin mengatakan saat itu Syahrial bercerita bahwa dirinya dihubungi Lili melalui telepon. Lili kemudian mengarahkan Syahrial untuk bertemu seorang pengacara bernama Arief Aceh di Medan guna membantu penanganan perkara dirinya yang tengah diselidiki oleh KPK pada saat itu. Baca juga: Panglima TNI Sebut Polisi Militer Telusuri Wanita Anak Jenderal yang Maki Ibunda Arteria Dahlan
Lili sendiri telah dijatuhi hukuman berat berupa pemotongan 40% gaji pokok oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Mantan ketua LPSK itu terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku lantaran berhubungan dengan pihak yang perkaranya sedang ditangani KPK.
Dalam persidangan, Robin dalam kesaksiannya mengaku sempat dicurhati mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Robin mengatakan kalau mantan M Syahrial ditelepon oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Lili Pintauli Siregar.
Robin mengatakan saat itu Syahrial bercerita bahwa dirinya dihubungi Lili melalui telepon. Lili kemudian mengarahkan Syahrial untuk bertemu seorang pengacara bernama Arief Aceh di Medan guna membantu penanganan perkara dirinya yang tengah diselidiki oleh KPK pada saat itu. Baca juga: Panglima TNI Sebut Polisi Militer Telusuri Wanita Anak Jenderal yang Maki Ibunda Arteria Dahlan
Lili sendiri telah dijatuhi hukuman berat berupa pemotongan 40% gaji pokok oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Mantan ketua LPSK itu terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku lantaran berhubungan dengan pihak yang perkaranya sedang ditangani KPK.
(kri)
Lihat Juga :