PR Prabowo Menuju Pilpres 2024: Tunjukkan Prestasi dan Jaga Loyalitas Pendukung
Sabtu, 06 Juni 2020 - 15:50 WIB
Selain itu, lanjut dia, faktor yang membuat tingginya elektabilitas Prabowo saat ini, karena dia sudah memiliki basis pendukung saat pilpres sebelumnya yang masih cenderung militan hingga sekarang. "Tetapi ini baru posisi sementara. Tentu perlu dilihat peta perubahan dukungan dalam dinamika politik ke depan yang masih sangat dinamis," ucapnya.
Lebih lanjut Karyono mengatakan, meski saat ini Prabowo menjadi figur capres terkuat, tetapi tidak serta-merta membuat pria yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu bakal mulus dalam Pilpres 2024. Pasalnya, sejumlah tantangan bisa menghadang Prabowo.
Bisa saja, menurutnya, dalam dinamika politik ke depan figur-figur capres yang masih segar dan energik seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini, Sandiaga Uno, Puan Maharani, Airlangga Hartarto, dan figur lainnya mampu menyaingi popularitas dan elektabilitas Prabowo.
Tantangan lainnya, ungkap Karyono, basis pendukung Prabowo bisa berpotensi mengalami pergeseran. Ia menilai, posisi Prabowo di pemerintahan ibarat pisau bermata dua. Ada yang setuju Prabowo bergabung ke dalam pemerintahan, ada pula yang menolak, pun ada yang puas, ada pula yang kecewa. "Posisi di pemerintahan bisa menguntungkan, tapi bisa juga merugikan," ucapnya.
Bagi Karyono, jika Prabowo berhasil mengukir prestasi yang monumental sebagai Menhan bisa menguntungkan. Tapi sebaliknya, jika dia menunjukkan kinerja yang buruk, bisa merugikan karena bisa merusak citranya. Dengan posisi Prabowo saat ini, bisa berpotensi membuat sebagian pendukungnya migrasi. Tapi hal itu tergantung pula siapa pasangan Prabowo nanti.
Lebih lanjut Karyono mengatakan, meski saat ini Prabowo menjadi figur capres terkuat, tetapi tidak serta-merta membuat pria yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu bakal mulus dalam Pilpres 2024. Pasalnya, sejumlah tantangan bisa menghadang Prabowo.
Bisa saja, menurutnya, dalam dinamika politik ke depan figur-figur capres yang masih segar dan energik seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini, Sandiaga Uno, Puan Maharani, Airlangga Hartarto, dan figur lainnya mampu menyaingi popularitas dan elektabilitas Prabowo.
Tantangan lainnya, ungkap Karyono, basis pendukung Prabowo bisa berpotensi mengalami pergeseran. Ia menilai, posisi Prabowo di pemerintahan ibarat pisau bermata dua. Ada yang setuju Prabowo bergabung ke dalam pemerintahan, ada pula yang menolak, pun ada yang puas, ada pula yang kecewa. "Posisi di pemerintahan bisa menguntungkan, tapi bisa juga merugikan," ucapnya.
Bagi Karyono, jika Prabowo berhasil mengukir prestasi yang monumental sebagai Menhan bisa menguntungkan. Tapi sebaliknya, jika dia menunjukkan kinerja yang buruk, bisa merugikan karena bisa merusak citranya. Dengan posisi Prabowo saat ini, bisa berpotensi membuat sebagian pendukungnya migrasi. Tapi hal itu tergantung pula siapa pasangan Prabowo nanti.
Lihat Juga :