Anwar Abbas Minta Densus 88 Transparan soal Penangkapan Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat
Selasa, 16 November 2021 - 16:31 WIB
"Saya meminta kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penangkapan ini supaya juga menjaga nama baik Pak Jokowi sebagai presiden, agar bisa bekerja dengan tenang untuk mengatasi masalah yang sekarang sedang dihadapi oleh bangsa. Jangan beliau diganggu serta terganggu oleh hal-hal seperti ini," katanya.
"Kalau sekarang saya lihat sumpah serapah keluar tetapi yang disumpah serapahi bukanlah Densus 88 tapi Presiden Jokowi pemimpin dari pemerintahan yang berkuasa saat ini. Kasihan sekali nasib presiden dan nasib negeriku ini," imbuhnya.
Baca juga: Anwar Abbas MUI: Baha'i Tidak Masuk Daftar Agama yang Diakui Negara
Dia menilai, seharusnya Densus 88 bisa melakukan tindakan preventif kepada mereka yang dirasa ada keterkaitan dengan aksi terorisme. Jika hal tersebut dilakukan, niscaya mereka akan melakukan evaluasi diri dan tindakan seperti penangkapan tak perlu dilakukan.
"Sebaiknya Densus 88 menemui mereka terlebih dahulu lalu memberikan peringatan dan penjelasan kepada yang bersangkutan dengan baik. Sehingga mereka akan mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan dan mereka tidak perlu ditangkap seperti sekarang ini," ujarnya.
"Kalau sekarang saya lihat sumpah serapah keluar tetapi yang disumpah serapahi bukanlah Densus 88 tapi Presiden Jokowi pemimpin dari pemerintahan yang berkuasa saat ini. Kasihan sekali nasib presiden dan nasib negeriku ini," imbuhnya.
Baca juga: Anwar Abbas MUI: Baha'i Tidak Masuk Daftar Agama yang Diakui Negara
Dia menilai, seharusnya Densus 88 bisa melakukan tindakan preventif kepada mereka yang dirasa ada keterkaitan dengan aksi terorisme. Jika hal tersebut dilakukan, niscaya mereka akan melakukan evaluasi diri dan tindakan seperti penangkapan tak perlu dilakukan.
"Sebaiknya Densus 88 menemui mereka terlebih dahulu lalu memberikan peringatan dan penjelasan kepada yang bersangkutan dengan baik. Sehingga mereka akan mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan dan mereka tidak perlu ditangkap seperti sekarang ini," ujarnya.
(muh)
Lihat Juga :