Jangan Lupakan DBD!
Sabtu, 13 November 2021 - 06:14 WIB
muncul bukan hanya tertuju pada upaya membebaskan dari dari segala
beban tentang Covid-19, tapi juga penyakit lain seperti DBD.
DBD memang bukanlah satu-satunya penyakit yang biasa
menyertai datangnya musim hujan. Penyakit lain di antaranya
leptospirosis yang dipicu bakteri leptospira yang disebarkan melalui
air kencing tikus. Bakteri leptospira dapat menginfeksi manusia lewat
kulit, khususnya jika ada luka. Selain itu ada juga malaria.
Namun di antara penyakit tersebut, DBD memang perlu mendapat
perhatian karena bisa menimbulkan pandemi dan mengakibakan korban jiwa
yang tidak sedikit. Bila Covid-19 relatif hanya membahayakan orang
yang memiliki kormobid, DBD bisa berakibat fatal pada siapapun jika
terlambat mendapat penanganan dari dokter. Bahkan pada 2016 dan 2019,
22 provinsi harus berstatus KLB akibat tingginya kasus DBD.
Bukan hanya itu. Dalam satu kurun tertentu, kasus kematian
akibat DBD lebih tinggi dibanding kasus Covid-19. Hal ini terjadi pada
Januari hingga Maret 2020.Pada fase tersebut, angka kematian akibat
DBD mencapai 251 jiwa, sedangkan kematian akibat Covid-19 sebanyak 122
jiwa. Yang memprihatinkan, fakta tersebut seolah tidak bermakna karena
tenggelam oleh hingar-bingar pandemic.
beban tentang Covid-19, tapi juga penyakit lain seperti DBD.
DBD memang bukanlah satu-satunya penyakit yang biasa
menyertai datangnya musim hujan. Penyakit lain di antaranya
leptospirosis yang dipicu bakteri leptospira yang disebarkan melalui
air kencing tikus. Bakteri leptospira dapat menginfeksi manusia lewat
kulit, khususnya jika ada luka. Selain itu ada juga malaria.
Namun di antara penyakit tersebut, DBD memang perlu mendapat
perhatian karena bisa menimbulkan pandemi dan mengakibakan korban jiwa
yang tidak sedikit. Bila Covid-19 relatif hanya membahayakan orang
yang memiliki kormobid, DBD bisa berakibat fatal pada siapapun jika
terlambat mendapat penanganan dari dokter. Bahkan pada 2016 dan 2019,
22 provinsi harus berstatus KLB akibat tingginya kasus DBD.
Bukan hanya itu. Dalam satu kurun tertentu, kasus kematian
akibat DBD lebih tinggi dibanding kasus Covid-19. Hal ini terjadi pada
Januari hingga Maret 2020.Pada fase tersebut, angka kematian akibat
DBD mencapai 251 jiwa, sedangkan kematian akibat Covid-19 sebanyak 122
jiwa. Yang memprihatinkan, fakta tersebut seolah tidak bermakna karena
tenggelam oleh hingar-bingar pandemic.
Lihat Juga :