Relawan Ganjar Klaim Gerakannya Organik, Bukan Settingan

Kamis, 11 November 2021 - 17:25 WIB
Soal siapa figur yang didorong, menurut dia, figur itu relatif. Yang terpenting, dengan kehadiran relawan ini semakin menyemarakkan pesta demokrasi. Jadi, kalau ada pesta demokrasi, tentu harus ada kesenangan di dalamnya, dan relawan membantu menyemarakkan.

“Namanya pesta, ya harus ada happy-nya. Jadi relawan itu adalah yang menyemarakkan demokrasi kalau di Indonesia menurut saya,” katanya.

Selain itu, Mazdjo menjelaskan relawan juga menjadi jembatan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang yang memiliki dukungan yang sama kepada calon tertentu. Jadi, penyertaan masyarakat dalam demokrasi itu benar-benar terasa dengan adanya relawan, terlepas dari relawan siapa dan mendukung siapa. Relawan sebagai aset demokrasi yang secara otodidak belajar demokrasi. Baca juga: Marak Deklarasi Relawan, Murni Suara Rakyat atau Digerakkan Kandidat Capres?

“Menurut analisis kami, kalau dukungan atau relawan itu sudah hadir di awal, itu pemilih jadi murah pak. Pemilih jadi murah. Bayangkan ketika sebulan lagi mau Pilpres baru mau membentuk relawan sementara minimal itu, Ganjarist sekarang sudah 140 kota/kabupaten, perlu berapa untuk menghadirkan seperti itu. Perlu biaya yang sangat besar, siapa yang bisa membiayai relawan yang sangat cair itu,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!