Relawan JokPro Sebut Amendemen UUD 45 Pintu Masuk Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024
Minggu, 24 Oktober 2021 - 07:44 WIB
“Bahasa saya titi mongso, waktunya itu akan ketemu atau tiba saatnya. Nah JokPro mendorong dukungan masyarakat 3 periode akan besar dan menjadi mayoritas. Kalau itu terjadi, terjadilah titi mongso. Masyarakat menghendaki, elite politik juga akan menghendaki dan bergerak,” ujarnya.
Menurut Direktur Eksekutif IndoBarometer ini, ada 2 aspek, pertama amendemen dan kedua Jokowi berpasangan dengan Prabowo. Ini merupakan satu paket, karena kalau amendemen bisa terjadi otomatis Jokowi-Prabowo akan terjadi juga, karena amendemen itu perlu dukungan kekuatan-kekuatan besar. Baca juga: Pilpres 2024 Diprediksi Jadi Pertarungan 3 Paslon
Dia menguraikan, salah satu alasan kenapa Jokowi-Prabowo yakni pertama, karena selama ini representasi aspirasi masyarakat tertuju pada Jokowi dan Prabowo, bukan tokoh yang lain. Kedua, pihaknya menyadari bahwa amendemen 3 periode tidak akan terjadi kalau tidak didukung Gerindra, atau oleh Prabowo, dan termasuk mengunci pasangan untuk 2024.
“Kalau Jok-Pro terjadi kami haqul yakin akan melawan kotak kosong karena koalisi pro pemerintah seperti yang kemarin koalisi pro pemerintah seperti kumpul di Istana sudah 82%, sisanya PKS dan Demokrat tidak cukup untuk mengusung capres karena sisanya hanya 18% saja,” kata Qodari.
Menurut Direktur Eksekutif IndoBarometer ini, ada 2 aspek, pertama amendemen dan kedua Jokowi berpasangan dengan Prabowo. Ini merupakan satu paket, karena kalau amendemen bisa terjadi otomatis Jokowi-Prabowo akan terjadi juga, karena amendemen itu perlu dukungan kekuatan-kekuatan besar. Baca juga: Pilpres 2024 Diprediksi Jadi Pertarungan 3 Paslon
Dia menguraikan, salah satu alasan kenapa Jokowi-Prabowo yakni pertama, karena selama ini representasi aspirasi masyarakat tertuju pada Jokowi dan Prabowo, bukan tokoh yang lain. Kedua, pihaknya menyadari bahwa amendemen 3 periode tidak akan terjadi kalau tidak didukung Gerindra, atau oleh Prabowo, dan termasuk mengunci pasangan untuk 2024.
“Kalau Jok-Pro terjadi kami haqul yakin akan melawan kotak kosong karena koalisi pro pemerintah seperti yang kemarin koalisi pro pemerintah seperti kumpul di Istana sudah 82%, sisanya PKS dan Demokrat tidak cukup untuk mengusung capres karena sisanya hanya 18% saja,” kata Qodari.
(cip)
Lihat Juga :