AMSI Nilai Hoaks Pengaruhi Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Media Massa
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 15:25 WIB
Tidak hanya itu, lanjut Wenseslaus, ada juga lainnya di Amsterdam University tahun 2016. Penelitian tersebut mengenai hubungan antara media sosial dengan media mainstream.
"Pertanyaan kurang lebih sama, bagaimana media mainstream memperlakukan konten-konten di media sosial, bagaimana derajat keyakinan publik terhadap konten-konten informasi dari media sosial, dan media mainstream. Kalau enggak salah riset mereka itu hasilnya kurang lebih Facebook paling rendah derajat keyakinan publik terhadap informasinya," jelasnya. Baca juga: Media Sosial Garapan Trump Diretas 2 Jam Setelah Diumumkan
"Jadi kalau misalnya media mengutip akun di Facebook jadi derajat keyakinan terhadap informasi itu rendah, tapi kalau ditanya dalam survei itu ada pertanyaan ikutannya kalau informasi dari medsos itu kemudian diklarifikasi oleh medianya, jadi media melakukan proses klarifikasi tingkat keyakinannya naik sekitar angka 75% persisnya," sambungnya.
"Pertanyaan kurang lebih sama, bagaimana media mainstream memperlakukan konten-konten di media sosial, bagaimana derajat keyakinan publik terhadap konten-konten informasi dari media sosial, dan media mainstream. Kalau enggak salah riset mereka itu hasilnya kurang lebih Facebook paling rendah derajat keyakinan publik terhadap informasinya," jelasnya. Baca juga: Media Sosial Garapan Trump Diretas 2 Jam Setelah Diumumkan
"Jadi kalau misalnya media mengutip akun di Facebook jadi derajat keyakinan terhadap informasi itu rendah, tapi kalau ditanya dalam survei itu ada pertanyaan ikutannya kalau informasi dari medsos itu kemudian diklarifikasi oleh medianya, jadi media melakukan proses klarifikasi tingkat keyakinannya naik sekitar angka 75% persisnya," sambungnya.
(kri)
Lihat Juga :