Rachmat Gobel Lakukan Diplomasi Herbal di Belarusia

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 13:15 WIB
Vladimir mengatakan, pada 2020 Indonesia mengimpor 693.000 ton potasium dari Belarusia. Pada tahun itu Belarusia mengekspor 12 juta ton potasium. Hingga saat ini, neraca perdagangan Indonesia dan Belarusia masih defisit untuk Indonesia. Karena itu Gobel berharap Belarusia agar lebih banyak lagi membeli produk-produk dari Indonesia.

"Belarusia bisa mengimpor tekstil, ikan, dan karet serta barang-barang lainnya dari Indonesia. Sehingga neraca perdagangan kedua negara menjadi balance," katanya. Gobel juga mengajak masyarakat Belarusia untuk berwisata ke Indonesia.

Selain itu, Gobel juga meminta Belarusia membantu Indonesia agar upaya Indonesia untuk memiliki perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan Uni Eropa bisa segera ditandatangani.

Menanggapi hal itu, Vladimir berjanji bahwa Belarusia akan membantu upaya Indonesia. "Apalagi saat ini Belarusia sedang menjadi ketua komisi sehingga bisa lebih optimal membantu Indonesia untuk memiliki FTA dengan Uni Eropa," kata Vladimir.

Sedangkan Sugeng Suprawoto menyampaikan tentang kebutuhan bahan baku obat Indonesia yang masih impor hingga 90% dari kebutuhan serta masalah crude palm oil (CPO) atau minyak sawit Indonesia yang masih terus diganjal Uni Eropa. "Belarusia siap membantu Indonesia untuk masalah CPO," kata Vladimir.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!