Libur Maulid Nabi Muhammad Digeser, Wapres: Untuk Hindari Hari Kejepit
Minggu, 17 Oktober 2021 - 11:56 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan sebuah riset menyebut masyarakat cenderung memanfaatkan hari kejepit untuk memperpanjang hari libur. “Jadi mengenai penggeseran libur hari besar keagamaan itu memang pertimbangannya semata-mata adalah untuk menghindari masa libur yang panjang, karena di celah antara hari libur dengan libur reguler itu ada hari kejepit yaitu hari Senin,” kata Muhadjir.
Dia mengatakan pemerintah sudah sangat pengalaman bahwa setiap terjadi libur panjang selalu diikuti dengan pergerakan banyak orang dari satu tempat ke tempat yang lain. Banyaknya mobilitas masyarakat itu, kata dia, menyebabkan kasus Covid-19 kembali meningkat.
“Dan memang banyak yang menyatakan ini kan sudah mulai turun, ya justru dengan keadaan turun itu kita tidak ingin main-main lagi, karena kita sudah pengalaman setiap turun, kemudian kita membiarkan libur panjang tanpa ada intervensi kebijakan itu akan diikuti dengan kenaikan kasus,” pungkasnya.
Dia mengatakan pemerintah sudah sangat pengalaman bahwa setiap terjadi libur panjang selalu diikuti dengan pergerakan banyak orang dari satu tempat ke tempat yang lain. Banyaknya mobilitas masyarakat itu, kata dia, menyebabkan kasus Covid-19 kembali meningkat.
“Dan memang banyak yang menyatakan ini kan sudah mulai turun, ya justru dengan keadaan turun itu kita tidak ingin main-main lagi, karena kita sudah pengalaman setiap turun, kemudian kita membiarkan libur panjang tanpa ada intervensi kebijakan itu akan diikuti dengan kenaikan kasus,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :