Seksualitas Sekarang Ini

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 08:52 WIB
Kebebasan berekspresi, terutama pasca Orde Baru runtuh, rupanya tidak bertahan lama. Sebaran musik, semaian buku-buku kiri, dan pilihan busana menjadi medium pelampiasan kebebasan. Ayu Utami di majalah Basis nomor 03-04 tahun 2020 sempat mengenang eforia masa-masa awal reformasi, “Seks menjadi tema laku di dunia sastra. Isu LGBT naik daun. Indonesia punya Q Film Festival yang dikelola dengan bagus. Ini festival yang membawakan isu queer.”

baca juga: Eks Bintang Porno Bunuh Anaknya, Tinggalkan Jasad Korban di Toko

Pelbagai isu yang sebelumnya direpresi¾secara hegemonik dan sistematis¾semasa Orde Baru mulai menderas. Keadaan justru berubah, berbalik arah. Ayu Utami menduga kebebasan di masa Reformasi melahirkan anak muda yang bingung dan disorientasi, hingga mengharapkan dogma-dogma baru.

Kita menyimak rasa sedih bercampur heran Ayu Utami mengenai seks yang mengobral perempuan, “komodifikasi tubuh perempuan dan auratisasi tubuh perempuan sebetulnya sama-sama mereduksi tubuh perempuan menjadi sekadar objek seks. Tampaknya orang tidak sadar dengan itu. Padahal kita harus membebaskan diri dari kedua trend itu.”

baca juga: Ingin Berhenti Kecanduan Pornografi, Gunakan Aplikasi Ini

Kemudian, yang jadi memicu polemik adalah sensor. Adanya sensor justru tak jadi jalan tepat untuk menghalagi eksplorasi-eksperimentasi atas (kreativitas) kesenian satu ini, baik dalam pertunjukkan dangdut, sastra, film, dan lain-lain. Perdebatan tentang porno di negara kita seolah-olah tak bakal rampung. Hendri menulis, “alih-alih pendidikan seksualitas yang komprehensif, sensor dan aturan hukum mau semakin digunakan menanggapi hal ini... Sensor membabi buta tak akan menjawab permasalahan yang ada.” Yang makin disensor-ditabukan justru semakin diincar. Paradoks memang.

baca juga: 2,6 Juta Konten Negatif Diblokir Kominfo, Setengahnya Ternyata Pornografi

Persoalan kebertubuhan ini sangat identik dan dekat dengan kita, sebagai manusia pada dasarnya dan pada umumnya. Bahkan saat seksualitas semakin rumit dan kompleks. Tubuh kita bukan lagi satu-satunya medium senggama. Hendri tampak hendak mendaratkan dinamika dunia seks sekarang. Apa yang dibicarakan-ditawarkan Hendri dalam buku ini, laik mendapat tanggapan dan komentar demi diskursus seksualitas sekarang.

Judul : C*bul: Perbincangan Seksualitas Era Kontemporer

Penulis : Hendri Yulius

Penerbit : Marjin Kiri

Cetakan : Edisi diperluas, Juni 2021

Tebal : viii + 290 halaman

ISBN : 978-602-788-15-9
(ymn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!