Jarang Terungkap, Begini Detik-detik SBY Gagal Jadi KSAD

Senin, 11 Oktober 2021 - 05:45 WIB
SBY dalam buku ‘SBY Selalu Ada Pilihan’ mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya tak terpilih sebagai KSAD pada 1999 itu meski telah diusulkan langsung oleh Panglima ABRI. Bagi prajurit lulusan Akmil, menjadi pemimpin Angkatan Darat merupakan dambaan besar.

Garda Maeswa dalam ‘Biografi Politik Susilo Bambang Yudhoyono’ menyebutkan ketika akhirnya menerima tawaran sebagai Menteri Pertambangan dan Energi, SBY harus mundur dari militer, sebuah karier yang telah dijalani selama lebih dari tiga dekade.

Menurut Dino Patti Djalal, keluar dari militer merupakan perasaan paling berat SBY. Dalam bukunya ‘Harus Bisa: Seni Memimpin Ala SBY’ digambarkan betapa pria kelahiran 9 September 1949 itu sangat mencintai TNI. Anak tentara itu memang tumbuh dan besar di militer.

“Batin saya berat sekali,” ucap SBY.



Foto/Instagram @presidenyudhonoalbum

Kendati demikian mantan Komandan Brigif Linud 17 Kujang I Divisi 1/Kostrad tersebut menilai apa yang terjadi sebagai takdir Tuhan. Dia menerima dengan lapang dada.

Sejarah mencatat, kelak dia mendapatkan pangkat jenderal kehormatan. Gelar ini diberikan Gus Dur pada 27 Januari 2000 atau saat SBY pensiun. Baca juga: Kian Panas, Kubu Moeldoko Beberkan Deretan Kebohongan SBY

SBY kembali dipercaya sebagai menteri di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Setelah itu dia terjun ke politik praktis dengan turut mendirikan dan membangun Partai Demokrat. Dalam pemilu langsung pertama pada 2004, dia menang dan menjabat sebagai Presiden ke-6 RI.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!