Berkunjung ke NTB, Zulhas Ingatkan Pentingnya Peningkatan Kualitas SDM
Senin, 27 September 2021 - 23:06 WIB
Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhas).Foto/Istimewa
NUSA TENGGARA BARAT - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga merupakan Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (27/9/2021). Zulhas mengunjungi NTB untuk menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) di mana Zulhas menajbat sebagai Ketua Umum dan pelantikan pengurus DPW PAN NTB.
Dalam sambutannya di acara pelantikan IARMI NTB yang dihadiri Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Zulhas mengatakan, masyarakat NTB perlu bersyukur karena di bawah kepemimpinan Gubernur saat ini NTB semakin maju.
Tetapi Zulhas juga mengingatkan agar terus meningkatkan kualitas SDM. “Kuncinya untuk makmur dan maju adalah meningkatkan kualitas SDM. Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia, karena banyak daerah dianugerahi tanah yang subur, tertinggal gara-gara tidak serius membangun SDM,” kata Zulhas pada Senin (27/9/2021).
Zulhas juga mengimbau agar masyarakat dibina untuk bersatu, jangan dibentur-benturkan antarkelompok. “Jangan pecah belah dua terus, saling serang, saling salahkan. Prinsip kebangsaan kita adalah persatuan, kebersamaan, gotong royong. Jangan ada merasa yang paling Pancasila, sedikit-sedikit radikal-radikul, itu tidak produktif. Ini saatnya bersatu dan bergotong royong,” ujarnya.
Dalam sambutannya di acara pelantikan IARMI NTB yang dihadiri Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Zulhas mengatakan, masyarakat NTB perlu bersyukur karena di bawah kepemimpinan Gubernur saat ini NTB semakin maju.
Tetapi Zulhas juga mengingatkan agar terus meningkatkan kualitas SDM. “Kuncinya untuk makmur dan maju adalah meningkatkan kualitas SDM. Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia, karena banyak daerah dianugerahi tanah yang subur, tertinggal gara-gara tidak serius membangun SDM,” kata Zulhas pada Senin (27/9/2021).
Zulhas juga mengimbau agar masyarakat dibina untuk bersatu, jangan dibentur-benturkan antarkelompok. “Jangan pecah belah dua terus, saling serang, saling salahkan. Prinsip kebangsaan kita adalah persatuan, kebersamaan, gotong royong. Jangan ada merasa yang paling Pancasila, sedikit-sedikit radikal-radikul, itu tidak produktif. Ini saatnya bersatu dan bergotong royong,” ujarnya.
Lihat Juga :