Yusril Gugat AD/ART Demokrat, Andi Arief: Mirip Pendekar Jahat Drama Radio
Minggu, 26 September 2021 - 15:23 WIB
Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menyebut Yusril Ihza Mahendra seperti pendekar berwatak jahat dalam drama radio di masa kecilnya. Foto/ist
JAKARTA - Langkah pengacara kawakan Yusril Ihza Mahendra mengajukan judicial review AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung terus dikritik pengurus dan kader partai berlambang mercy tersebut. Sikap Yusril tersebut dianggap mendukung kubu Moeldoko untuk mendongkel kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Kendati telah dibantah, tetap saja kader Demokrat menyerang Yusril. Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief bahkan menyebut Yusril mau mengakali hukum. Cara berpikir Yusril, kata Andi, mirip tokoh antagonis dalam serial drama radio.
”KONSTRUKSI berpikir YIM ala pendekar berwatak jahat drama di Radio waktu saya masih kecil. Hukum diakali,” tulis Andi Arief lewat akun twitternya, dikutip Minggu (26/2021).
Baca juga: Fahri Hamzah Dukung Yusril Gugat AD ART Partai Demokrat ke MA
Menurut Andi Arief, yang menjadi soal dalam kisruh Partai Demokrat bukan karena tidak demokratisnya majelis tinggi melainkan cara-cara Moeldoko dkk untuk mendongkel AHY.
”Kejahatan Demokrasi dilakukan KSP Moeldoko adalah merekayasa dukungan DPD/DPC agar paksa AHY digulingkan. Bukan karena Mahkamah partai atau majelis tinggi yg tdk demokratis,” cuit Andi Arief.
Kendati telah dibantah, tetap saja kader Demokrat menyerang Yusril. Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief bahkan menyebut Yusril mau mengakali hukum. Cara berpikir Yusril, kata Andi, mirip tokoh antagonis dalam serial drama radio.
”KONSTRUKSI berpikir YIM ala pendekar berwatak jahat drama di Radio waktu saya masih kecil. Hukum diakali,” tulis Andi Arief lewat akun twitternya, dikutip Minggu (26/2021).
Baca juga: Fahri Hamzah Dukung Yusril Gugat AD ART Partai Demokrat ke MA
Menurut Andi Arief, yang menjadi soal dalam kisruh Partai Demokrat bukan karena tidak demokratisnya majelis tinggi melainkan cara-cara Moeldoko dkk untuk mendongkel AHY.
”Kejahatan Demokrasi dilakukan KSP Moeldoko adalah merekayasa dukungan DPD/DPC agar paksa AHY digulingkan. Bukan karena Mahkamah partai atau majelis tinggi yg tdk demokratis,” cuit Andi Arief.
Lihat Juga :