Ketua KPK: Berani Korupsi Sama Saja Mengkhianati Pancasila
Senin, 01 Juni 2020 - 12:38 WIB
Firli menjelaskan pada Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, memiliki esensi agar semua pihak takut, terhindar dari niat dan godaan untuk berperilaku koruptif. Karena setiap derap langkah, perilaku dan perbuatan diketahui oleh-Nya.
"Mampu menjaga pribadi untuk tidak berperilaku koruptif karena takut akan dosa, menjadikan kita manusia yang adil dan beradab, sesuai sila kedua Pancasila," ungkapnya.
Semangat dan implementasi esensi sila pertama dan kedua, lanjut Firli, dapat menjadi tujuan sila ketiga, Persatuan Indonesia, dalam mengentaskan budaya korupsi yang telah berakar urat di negeri ini.
"Tentunya perang melawan laten korupsi ini, harus dipimpin dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan, sebagaimana esensi dari sila ke empat Pancasila," jelasnya
Firli juga menyebut sirnanya korupsi di Indonesia, tentunya menjadi harapan, impian dan cita-cita kita bersama demi keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia, yang termakjub dalam sila kelima Pancasila.
"Mampu menjaga pribadi untuk tidak berperilaku koruptif karena takut akan dosa, menjadikan kita manusia yang adil dan beradab, sesuai sila kedua Pancasila," ungkapnya.
Semangat dan implementasi esensi sila pertama dan kedua, lanjut Firli, dapat menjadi tujuan sila ketiga, Persatuan Indonesia, dalam mengentaskan budaya korupsi yang telah berakar urat di negeri ini.
"Tentunya perang melawan laten korupsi ini, harus dipimpin dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan, sebagaimana esensi dari sila ke empat Pancasila," jelasnya
Firli juga menyebut sirnanya korupsi di Indonesia, tentunya menjadi harapan, impian dan cita-cita kita bersama demi keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia, yang termakjub dalam sila kelima Pancasila.
Lihat Juga :