Jokowi Pasang Target 14%, Kader PKK Diharapkan Aktif Dalam Pencegahan Stunting

Minggu, 19 September 2021 - 22:59 WIB
Seperti yang dilakukan Safitri, yang tengah terjun ke desa melakukan kunjungan silaturahmi di Kota dan Kabupaten Sukabumi dalam rangka memberi bantuan untuk keluarga risiko tinggi stunting dan Covid-19.

"Permasalahan stunting atau atau anak kurang asupan gizi ini berpotensi mengganggu SDM (sumber daya manusia) kita di masa depan. Generasi bangsa harus kita persiapkan dari sekarang untuk memiliki kesehatan dan daya saing tinggi," pungkasnya.

Sementara, Ahli Kesehatan dan Gizi Qonita Rachmah membenarkan bahwa penanganan stunting atau atau anak kurang asupan gizi merupakan program prioritas nasional yang harus didukung dan turut disukseskan di daerah.

Salah satu caranya, kata Qonita, dengan melakukan rembuk stunting dan penguatan komitmen pimpinan daerah serta lintas sektor, lintas program dan masyarakat dalam percepatan penurunan stunting. Sehingga, pencegahan stunting dapat menjadi gerakan masif dan terstruktur. Baca juga: 32.265 Balita di Cimahi Alami Stunting, Dinkes: Asupan Gizi Tak Maksimal

"Untuk menurunkan preferensi stunting ini, perlu 'keroyokan'. Ini tugas kita bersama, karena masalah stunting melibatkan multipihak. Baik, non pemerintah, ormas, akademisi, media, UKM dan mitra pembangunan untuk duduk bersama, apa yang bisa kita lakukan di wilayah kita. Seperti memastikan kecukupan suplai makanan di wilayah kita," tutup Qonita.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!