RPJMN Dinilai Tak Efektif, Pengamat Sarankan Kembali ke Program Pelita dan Repelita

Jum'at, 10 September 2021 - 05:44 WIB
"Memang orang-orang yang duduk di kabinet saat itu, benar-benar orang yang ahli, menguasai bidang dan bahkan menguasai masalah. Bahkan secara empiris mereka adalah orang yang mumpuni. Misalkan ayahanda Prabowo Subianto dua kali masuk kabinet yakni zaman Soekarno dan Soeharto. Beliau pun dibujuk balik Indonesia lantaran sudah berdomisili di luar," tuturnya.

Kemudian ada Menteri Ristek BJ Habibie yang sangat memumpuni sehingga ditransfer dari Jerman. "Dia salah satu ilmuwan terkemuka di Jerman kala itu. Sampai Jenderal TNI Purn LB Moerdani harus diboyong dari Korea Selatan. Jadi mereka bekerja tanpa tekanan parpol," katanya.

Saat ini, kata Dia, tokoh handal yang tersisa hanya Emil Salim. "Saat ini saya lihat banyak public policy yang amburadul, khususnya soal infrastruktur baik pembangunan jalan, jembatan dan gedung. Saya coba bandingkan jalan tol Jagorawi dan Cikampek yang dibangun di era Soeharto itu sangat bagus dan bertahan lama. Dan ini dibangun melalui konsep Repelita dan Pelita lho," katanya.

Baca juga: RPJMD 2021-2026 Luwu Utara Resmi Jadi Peraturan Daerah



Ada pula mid term and long term (jangka menengah dan jangka panjang) yang sebetulnya bisa diadopsi kebijakan di era Presiden Soekarno dan Soeharto sampai SBY. Pasalnya, ada beberapa program di era itu yang baik tapi saat ini tak berlaku lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!