SBY Kenang Jasa-jasa Ibu Ani, Istri Ibas Berlinang Air Mata
Kamis, 09 September 2021 - 20:44 WIB
"Posisi saya waktu saya sedang tidak berada di pemerintahan. Saya sudah pensiun di militer dan saya baru saja berhenti atau diberhentikan dari Kabinet Persatuan pimpinan almarhum Gus Dur, saya sebagai freeman membicarakan gagasan mendirikan parpol itu," ujarnya.
"Cerita selanjutnya saya kira sudah banyak didengar bapak ibu kader. Sebelum partai ini berdiri, belum ada, masih dalam tahap gagasan, Ibu Ani sudah terlibat, sudah melibatkan diri, sudah menyumbangkan pikirannya yang tulus kepada saya sebagai founding father, ini awal keterlibatan Ibu Ani dalam partai," ungkap SBY.
Baca juga: Tersandung Kasus Hukum, Demokrat Tahan Pengusulan Ali Wirya jadi PAW
Lalu, keterlibatan Ibu Ani di akhir hayatnya, kata SBY, pada saat menemaninya menemui kader Demokrat di Danau Toba, tepatnya Simalom, untuk menghadapi Pemilu 2019. Setelah kembali dari Banda Aceh, 2 hari kemudian, ia dan Ibu Ani berangkat ke Singapura. Di sana Ibu Ani dirawat selama 4 bulan hingga Allah memanggilnya.
"Itu penghujung pengabdian Ibu Ani, dalam keadaan sakit masih menyempatkan bertemu kader siang dan malam bersama saya," tuturnya.
SBY menegaskan, Ibu Ani ikut terlibat dalam periode awal kepengurusan partai sebagai Wakil Ketua Umum pertama bersama Ventje. Selebihnya hingga wafat, Ani mendampingi dirinya berada dalam suka dan duka, tantangan demi tantangan, masalah demi maslaah, krisis demi krisis.
"Cerita selanjutnya saya kira sudah banyak didengar bapak ibu kader. Sebelum partai ini berdiri, belum ada, masih dalam tahap gagasan, Ibu Ani sudah terlibat, sudah melibatkan diri, sudah menyumbangkan pikirannya yang tulus kepada saya sebagai founding father, ini awal keterlibatan Ibu Ani dalam partai," ungkap SBY.
Baca juga: Tersandung Kasus Hukum, Demokrat Tahan Pengusulan Ali Wirya jadi PAW
Lalu, keterlibatan Ibu Ani di akhir hayatnya, kata SBY, pada saat menemaninya menemui kader Demokrat di Danau Toba, tepatnya Simalom, untuk menghadapi Pemilu 2019. Setelah kembali dari Banda Aceh, 2 hari kemudian, ia dan Ibu Ani berangkat ke Singapura. Di sana Ibu Ani dirawat selama 4 bulan hingga Allah memanggilnya.
"Itu penghujung pengabdian Ibu Ani, dalam keadaan sakit masih menyempatkan bertemu kader siang dan malam bersama saya," tuturnya.
SBY menegaskan, Ibu Ani ikut terlibat dalam periode awal kepengurusan partai sebagai Wakil Ketua Umum pertama bersama Ventje. Selebihnya hingga wafat, Ani mendampingi dirinya berada dalam suka dan duka, tantangan demi tantangan, masalah demi maslaah, krisis demi krisis.
Lihat Juga :