Lapas Tangerang Kebakaran, Fahri Hamzah Ungkap Soal Pembenahan
Kamis, 09 September 2021 - 15:55 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, turut prihatin dan berduka atas insiden kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Tangerang, Banten. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah , turut prihatin dan berduka atas insiden kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten, hingga menewaskan puluhan narapidana.
Baca juga: Menkumham Minta Maaf atas Peristiwa Kebakaran Lapas Tangerang
Bahkan Fahri Hamzah berharap, yang terjadi pada Rabu kemarin, sebagai insiden terakhir yang menimpa Lapas. "Ikut berduka dengan para korban dan keluarganya. Cukuplah terakhir sekali ini jatuh korban nyawa. Cukuplah!" kata Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia ini kepada wartawan, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Respons Kemenkumham Tanggapi Kebakaran Lapas Tangerang Diduga Kelalaian
Mantan Anggota Komisi III DPR ini melihat, Lapas memang tempat yang sebetulnya tidak manusiawi, ditambah lagi negara tidak tahu bagaimana cara membenahi Lapas, sementara kondisi Lapas terus mengalami penambahan warga binaannya.
"Lapas itu dianggap tempat yang tak perlu manusiawi. Negara karenanya tidak mau dan enggak tahu cara memperbaiki Lapas sementara penghuni tambah banyak," ujarnya.
Baca juga: Menkumham Minta Maaf atas Peristiwa Kebakaran Lapas Tangerang
Bahkan Fahri Hamzah berharap, yang terjadi pada Rabu kemarin, sebagai insiden terakhir yang menimpa Lapas. "Ikut berduka dengan para korban dan keluarganya. Cukuplah terakhir sekali ini jatuh korban nyawa. Cukuplah!" kata Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia ini kepada wartawan, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Respons Kemenkumham Tanggapi Kebakaran Lapas Tangerang Diduga Kelalaian
Mantan Anggota Komisi III DPR ini melihat, Lapas memang tempat yang sebetulnya tidak manusiawi, ditambah lagi negara tidak tahu bagaimana cara membenahi Lapas, sementara kondisi Lapas terus mengalami penambahan warga binaannya.
"Lapas itu dianggap tempat yang tak perlu manusiawi. Negara karenanya tidak mau dan enggak tahu cara memperbaiki Lapas sementara penghuni tambah banyak," ujarnya.
Lihat Juga :