Kena Stroke dan Gangguan Napas, KSAD Bolehkan 2 Pamen Ikuti Seskoad secara Virtual
Minggu, 05 September 2021 - 09:49 WIB
Baca juga: Mimpi Menjadi Kolonel TNI AD Itu Akhirnya Terwujud Setahun Menjelang Pensiun
Harapan menyelesaikan pendidikan di seskoad pupus sudah. Tubuh Simbolon tak bisa lagi bergerak. Stroke yang diderita Simbolon diakibatkan oleh sumbatan di bagian otak sebelah kiri. Bagian tangan kanan pamen itu, kata Antun, kekuatannya sudah 0 persen alias tidak ada.
"Artinya sama sekali tidak ada kekuatan. Kemudian yang ada di kaki itu sekitar 80 persen kekuatannya. Setelah melalui pemeriksaan dan MRI kita temukan ada sebuah sumbatan di otak sebelah kiri, sehingga pasien menderita suatu stroke," jelas Dokter Spesialis Saraf RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Kolonel CKM Antun Subono di video yang sama.
Letkol Cpl Satata juga diprerbolehkan mengikuti pendidikan seskoad secara virtual akibat sakit gangguan pernapasan. Foto/tangkapan layar
Harapan menyelesaikan pendidikan di seskoad pupus sudah. Tubuh Simbolon tak bisa lagi bergerak. Stroke yang diderita Simbolon diakibatkan oleh sumbatan di bagian otak sebelah kiri. Bagian tangan kanan pamen itu, kata Antun, kekuatannya sudah 0 persen alias tidak ada.
"Artinya sama sekali tidak ada kekuatan. Kemudian yang ada di kaki itu sekitar 80 persen kekuatannya. Setelah melalui pemeriksaan dan MRI kita temukan ada sebuah sumbatan di otak sebelah kiri, sehingga pasien menderita suatu stroke," jelas Dokter Spesialis Saraf RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Kolonel CKM Antun Subono di video yang sama.
Letkol Cpl Satata juga diprerbolehkan mengikuti pendidikan seskoad secara virtual akibat sakit gangguan pernapasan. Foto/tangkapan layar
Lihat Juga :