Bumdes Dinilai Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi di Masa Pandemi
Sabtu, 04 September 2021 - 15:12 WIB
Gus Menteri mengungkapkan saat ini Kemendesa PDTT terus melakukan Kerjasama dengan para pihak untuk meningkatkan kinerja Bumdes. Kerjasama tersebut dilakukan baik dengan kementerian/Lembaga lain maupun dengan pihak ketiga. Salah satu bentuk Kerjasama tersebut adalah pendirian Pertashop di berbagai pelosok desak hasil kolaborasi Kemendes PDTT dan Kementerian BUMN. “Dengan memiliki Pertashop ini Bumdes bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual, sekaligus memberdayakan anak-anak muda sebagai pekerjanya. Bumdes saat ini sedang diupayakan untuk menjadi agen Pertamina di tingkat desa,” katanya. (Baca Juga :Bumdes Didorong untuk Bisa Genjot Pendapatan Asli Desa di Gowa)
Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini mengatakan kedepan Kemendes PDTT akan terus menjajaki skema Kerjasama dengan parapihak untuk mengembangkan Bumdes. Kerjasama tersebut bisa dalam bentuk mengembangkan usaha jual beli bahan pokok, penyediaan homestay untuk wisata desa, hingga pengembangan tanaman hias. “Apapun jenis usahanya yang tentunya disesuaikan dengan potensi desa. Selain itu apapun kegiatan ekonomi Bumdes tidak boleh mematikan usaha warga yang telah berkembang sebelumnya,” tutupnya.
Untuk diketahu Pertashop di desa Jemirahan telah berjalan selama tiga bulan dengan pendapatan kotor per bulan sebesar Rp54.000.000 dan pendapatan bersih Rp5.400.000 per bulan. Dalam kunjungannya ke Pertashop desa Jemirahan, Gus Menteri juga melayani pengisian BBM ke sejumlah warga. Hal yang sama juga dilaksanakan oleh Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Harlina Sulistyorini dan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali.
Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini mengatakan kedepan Kemendes PDTT akan terus menjajaki skema Kerjasama dengan parapihak untuk mengembangkan Bumdes. Kerjasama tersebut bisa dalam bentuk mengembangkan usaha jual beli bahan pokok, penyediaan homestay untuk wisata desa, hingga pengembangan tanaman hias. “Apapun jenis usahanya yang tentunya disesuaikan dengan potensi desa. Selain itu apapun kegiatan ekonomi Bumdes tidak boleh mematikan usaha warga yang telah berkembang sebelumnya,” tutupnya.
Untuk diketahu Pertashop di desa Jemirahan telah berjalan selama tiga bulan dengan pendapatan kotor per bulan sebesar Rp54.000.000 dan pendapatan bersih Rp5.400.000 per bulan. Dalam kunjungannya ke Pertashop desa Jemirahan, Gus Menteri juga melayani pengisian BBM ke sejumlah warga. Hal yang sama juga dilaksanakan oleh Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Harlina Sulistyorini dan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali.
(war)
Lihat Juga :