Densus 88 Antiteror Waspadai Kepulangan Eks Kombatan Afganistan

Senin, 30 Agustus 2021 - 21:35 WIB
Mengantisipasi hal itu, terutama dalam kaitan hajatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Islah menilai pemerintah perlu bekerja ekstra keras ke depan. "2024 ini menjadi rumit bagi kita. Karena bagaimanapun kita berbicara tentang ideologi kekerasan yang berbasis agama. Ini ujung-ujungnya adalah penegakan daullah, penegakan suatu entitas negara. Karena bagi mereka, Islam itu harus dijayakan dengan kedaulatan negara. Padahal, bukan itu intinya," ujat Islah.

Sementara itu, Mantan narapidana kasus terorisme, Mukhtar Khairi, mengungkapkan bahwa walaupun tidak ada hubungan antara kelompok Taliban dengan kelompok teroris, seperti Jemaah Islamiyah (JI), namun perjuangan Taliban bisa menjadi inspirasi baru bagi kelompok radikal di Tanah Air.

Mukhtar menilai salah satu kelompok teroris yang masih aktif di Indonesia saat ini adalah JI, yang belakangan ini anggota-anggotanya banyak ditangkap Densus 88 Antiteror Polri. "Mungkin juga kemenangan Taliban bisa menginspirasi jemaah-jemaah yang ada di Indonesia karena melihat latar belakang yang sama. Taliban contoh riil pasukan bersenjata yang sudah menang. Apa salahnya copy paste perjuangan Taliban di sana?" ujar Mukhtar.

Dia mengaku, berdasarkan interaksinya dengan petinggi-petinggi JI di penjara, kebanyakan dari mereka aktif menerjemahkan buku-buku berbahasa Arab yang berafiliasi dengan jaringan Al-Qaeda. Adapun orang-orang JI ke Taliban lebih karena pengaruh sosok pimpinan Al-Qaeda, Osama bin Laden.

JI merupakan salah satu kelompok teroris yang sangat teroganisasi untuk memperjuangkan negara Islam. Dia menambahkan, biasanya program itu dimulai dari dakwah untuk menyampaikan gagasan-gagasan terkait konsep negara Islam untuk diterapkan di Indonesia. Rico Afrido Simanjuntak
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!