Densus 88 Antiteror Waspadai Kepulangan Eks Kombatan Afganistan

Senin, 30 Agustus 2021 - 21:35 WIB
loading...
Densus 88 Antiteror...
Densus 88 Antiteror Polri mewaspadai pulangnya kombatan dari Afghanistan ke Indonesia menyusul kembali berkuasanya Taliban. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mewaspadai pulangnya kombatan dari Afghanistan ke Indonesia menyusul kembali berkuasanya Taliban. Mereka yang kembali itu cenderung mempunyai tingkat radikalisme yang tinggi.

"Masih dalam pengumpulan informasi mengenai data tentang Warga Negara Indonesia yang pulang. Bukan enggak boleh pulang. Tinggal bagaimana memisahkannya dengan para kombatan tadi. Ini terus terang masih dalam penyelidikan," ujar Kabag Ban Ops Densus 88 Polri Kombes Pol Aswin Siregar dalam Webinar Alinea Forum bertajuk Potensi Terorisme di Indonesia Pasca-Kemenangan Taliban, Senin (30/8/2021).

Dirinya mengaku ada salah satu bagian di Densus 88 yang mengumpulkan informasi tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memisahkan para kombatan dengan mereka yang pergi ke Afghanistan untuk tujuan positif. Dia memastikan akan ada informasi resmi mengenai hal tersebut yang akan disampaikan instansi terkait. Hal ini juga terkait pembebasan atau pelepasan 5.000 orang dari penjara oleh Taliban. Beberapa di antaranya diidentifikasi merupakan WNI. Baca juga: Pasca Taliban Kuasai Afghanistan, Bagaimana dengan Gerakan Jamaah Islamiyah?

Pembebasan mereka, lanjut dia, berpotensi menjadi motivasi bagi jaringan yang sekarang berada di luar. Densus 88, lanjut dia, akan terus memerhatikan perkembangan ini. "Kami dari pihak Densus mengingatkan bahwa potensi ancaman itu sudah pernah ada. Ini bukan prediksi, ini sejarah. Jangan sampai terulang lagi di zaman ini," katanya.

Hal tersebut diamini oleh Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi. Islah menuturkan, kemenangan Taliban atas Pemerintah Afghanistan bisa memicu bangkitnya kelompok-kelompok radikal di Tanah Air. Walaupun irisan geopolitik Afghanistan dan Indonesia sangat lemah, namun aspek ideologis menjadi hal paling dikhawatirkan akan menggugah kelompok radikal di Indonesia oleh kemenangan Taliban. "Kenapa kita harus lebih waspada dengan kebangkitan Taliban di Afghanistan? Itu kita justru aware terhadap geliat-geliat kelompok-kelompok teroris di Indonesia," ujarnya.

Selain itu, Islah mengatakan, secara historis terdapat ikatan kuat antara kelompok radikal di Indonesia dan kelompok radikal di Afghanistan. Mulai dari zaman Darul Islam hingga pelaku aksi terorisme di Indonesia yang merupakan alumni-almuni dari Afghanistan. "Ini yang harus kita perhatikan. Otomatis, ketika resiliensi ideologis itu menguat, tidak menutup kemungkinan motivasi dan inisiasi ini menjadi sesuatu yang rentan," bebernya. Baca juga: 48 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di 11 Provinsi

Mengantisipasi hal itu, terutama dalam kaitan hajatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Islah menilai pemerintah perlu bekerja ekstra keras ke depan. "2024 ini menjadi rumit bagi kita. Karena bagaimanapun kita berbicara tentang ideologi kekerasan yang berbasis agama. Ini ujung-ujungnya adalah penegakan daullah, penegakan suatu entitas negara. Karena bagi mereka, Islam itu harus dijayakan dengan kedaulatan negara. Padahal, bukan itu intinya," ujat Islah.

Sementara itu, Mantan narapidana kasus terorisme, Mukhtar Khairi, mengungkapkan bahwa walaupun tidak ada hubungan antara kelompok Taliban dengan kelompok teroris, seperti Jemaah Islamiyah (JI), namun perjuangan Taliban bisa menjadi inspirasi baru bagi kelompok radikal di Tanah Air.

Mukhtar menilai salah satu kelompok teroris yang masih aktif di Indonesia saat ini adalah JI, yang belakangan ini anggota-anggotanya banyak ditangkap Densus 88 Antiteror Polri. "Mungkin juga kemenangan Taliban bisa menginspirasi jemaah-jemaah yang ada di Indonesia karena melihat latar belakang yang sama. Taliban contoh riil pasukan bersenjata yang sudah menang. Apa salahnya copy paste perjuangan Taliban di sana?" ujar Mukhtar.

Dia mengaku, berdasarkan interaksinya dengan petinggi-petinggi JI di penjara, kebanyakan dari mereka aktif menerjemahkan buku-buku berbahasa Arab yang berafiliasi dengan jaringan Al-Qaeda. Adapun orang-orang JI ke Taliban lebih karena pengaruh sosok pimpinan Al-Qaeda, Osama bin Laden.

JI merupakan salah satu kelompok teroris yang sangat teroganisasi untuk memperjuangkan negara Islam. Dia menambahkan, biasanya program itu dimulai dari dakwah untuk menyampaikan gagasan-gagasan terkait konsep negara Islam untuk diterapkan di Indonesia. Rico Afrido Simanjuntak
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Brigjen Pol dan 1...
2 Brigjen Pol dan 1 Kombes Pol Dapat Penugasan di Densus 88 Antiteror dalam Mutasi Polri Terbaru
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Densus Tangkap 8 Terduga...
Densus Tangkap 8 Terduga Teroris JAD Afiliasi ISIS di Sulteng
Prabowo Terbitkan Perpres...
Prabowo Terbitkan Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Terorisme
Kasus Penyiraman Air...
Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Prabowo: Ini Terorisme, Tindakan Biadab Harus Diusut
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Polda Riau Perkuat Kolaborasi...
Polda Riau Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkoba hingga Terorisme
Rekomendasi
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Berita Terkini
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Infografis
Eks Sandera Israel:...
Eks Sandera Israel: Pengeboman Gaza Hampir Merenggut Nyawa Saya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved