Atourin-Kominfo Ajak Desa Manfaatkan Internet untuk Wisata Virtual
Kamis, 26 Agustus 2021 - 14:54 WIB
Program tersebut kemudian diimplementasikan dalam bentuk pelatihan virtual tour dan pendampingan secara daring bagi para pengelola desa wisata di Kawasan Danau Toba, Pulau Flores, dan Pulau Bali yang telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021 dan diikuti oleh 160 peserta dari 35 desa wisata.
Kawasan Danau Toba diikuti oleh 23 desa wisata, Pulau Flores 7 desa wisata dan Pulau Bali diikuti oleh 5 desa wisata. Pemilihan lokasi tersebut berdasarkan hasil matchmaking dan diskusi yang telah dilakukan oleh Atourin dan BAKTI Kominfo untuk pemanfaatan akses internet yang sudah tersedia sebelumnya.
Materi pelatihan adalah bagaimana membuat paket virtual tour dengan beberapa metode seperti live report, video tapping, webinar atau hybrid event, hingga cara memasarkan paket virtual tour. Dua hal yang memang dipandang perlu demi meningkatkan kapasitas dan menjaga ketajaman naluri profesionalisme para pengelola desa wisata di 35 desa tersebut.
Lalu dari 35 desa wisata, Atourin telah memilih beberapa desa wisata yang akan dibuatkan program virtual tour untuk dikelola secara komersil. Pengelolaan komersil ini akan bekerja sama dengan beberapa pihak lainnya demi mendapat eksposur yang baik dan dapat mencapai publik secara luas.
Baca juga: Mahasiswa ITS Gagas Wisata Virtual Berbasis Website di Kala Pandemi
Kawasan Danau Toba diikuti oleh 23 desa wisata, Pulau Flores 7 desa wisata dan Pulau Bali diikuti oleh 5 desa wisata. Pemilihan lokasi tersebut berdasarkan hasil matchmaking dan diskusi yang telah dilakukan oleh Atourin dan BAKTI Kominfo untuk pemanfaatan akses internet yang sudah tersedia sebelumnya.
Materi pelatihan adalah bagaimana membuat paket virtual tour dengan beberapa metode seperti live report, video tapping, webinar atau hybrid event, hingga cara memasarkan paket virtual tour. Dua hal yang memang dipandang perlu demi meningkatkan kapasitas dan menjaga ketajaman naluri profesionalisme para pengelola desa wisata di 35 desa tersebut.
Lalu dari 35 desa wisata, Atourin telah memilih beberapa desa wisata yang akan dibuatkan program virtual tour untuk dikelola secara komersil. Pengelolaan komersil ini akan bekerja sama dengan beberapa pihak lainnya demi mendapat eksposur yang baik dan dapat mencapai publik secara luas.
Baca juga: Mahasiswa ITS Gagas Wisata Virtual Berbasis Website di Kala Pandemi
Lihat Juga :