PDIP Umumkan Pemenang Festival Pahlawan Desa, Piala Didesain Megawati
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 17:56 WIB
Bagi PDIP, desa bukan hanya basis perjuangan dan benteng kebangsaan. Namun juga harus menjadi pusat kemajuan dan perkembangan bangsa. Sehingga desa harus menjadi tujuan pertama mewujudkan cita-cita kemakmuran bangsa.
Lewat festival ini, PDIP ingin mengangkat dan membangun keteladanan. Diharapkan mampu mendorong desa lain untuk memajukan Indonesia Raya dari desa. "Kader, anggota, dan simpatisan PDI Perjuangan, mari turun ke bawah, wajib tinggal di desa dan menjadi inpirator bagi Indonesia Raya. Angkat pariwisata, kuliner, agar terasa hidup. Selamat kepada para juara semoga menjadi inspirasi," kata Hasto.
Kepala BNKP PDIP Aria Bima, mengatakan, di tengah disrupsi komunikasi saat ini, pihaknya ingin menyebarkan hal yang membangkitkan semangat dan energi positif melalui video pendek. Sehingga narasi di media sosial memiliki energi positif dari video yang diperlombakan.
"Kegiatan ini mengapresiasi dan megangkat kisah-kisah di desa-desa, di kampung, atau dusun, yang telah mengabdikan diri dengan ketulusan dan keikhlasan dari karyanya yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya," tutur Bima.
Bima menjelaskan, lima desain piala untuk lima pemenang utama merupakan pilihan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Sebelum pengumuman pemenang, panitia memutarkan video-video nominasi untuk kategori pemenang utama Piala Megawati "Kawal Pancasila dari Desa" yang dibagi dalam lima kelompok. Dewan Juri yang dikomandani Daniel Rudi Haryanto dan Ryan Sebastian pun memberikan penjelasan singkat terhadap karya-karya pemenang.
Untuk kategori kelompok 1, pemenang utamanya video pendek berjudul Nyusuk Abah Harun, karya Edi Martoyo, Jawa Barat. Dalam video dijelaskan sosok Abah Harun merupakan pahlawan di bukit dan jadikan tempat aliran air untuk persawahan dan warga desa padahal dia sendiri tidak memiliki sepetak sawah. Tapi lelaki berusia 96 tahun mendedikasikan diri bagi warga sekitarnya dengan harapan sebagai pengabdian dan ibadah.
Lewat festival ini, PDIP ingin mengangkat dan membangun keteladanan. Diharapkan mampu mendorong desa lain untuk memajukan Indonesia Raya dari desa. "Kader, anggota, dan simpatisan PDI Perjuangan, mari turun ke bawah, wajib tinggal di desa dan menjadi inpirator bagi Indonesia Raya. Angkat pariwisata, kuliner, agar terasa hidup. Selamat kepada para juara semoga menjadi inspirasi," kata Hasto.
Kepala BNKP PDIP Aria Bima, mengatakan, di tengah disrupsi komunikasi saat ini, pihaknya ingin menyebarkan hal yang membangkitkan semangat dan energi positif melalui video pendek. Sehingga narasi di media sosial memiliki energi positif dari video yang diperlombakan.
"Kegiatan ini mengapresiasi dan megangkat kisah-kisah di desa-desa, di kampung, atau dusun, yang telah mengabdikan diri dengan ketulusan dan keikhlasan dari karyanya yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya," tutur Bima.
Bima menjelaskan, lima desain piala untuk lima pemenang utama merupakan pilihan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Sebelum pengumuman pemenang, panitia memutarkan video-video nominasi untuk kategori pemenang utama Piala Megawati "Kawal Pancasila dari Desa" yang dibagi dalam lima kelompok. Dewan Juri yang dikomandani Daniel Rudi Haryanto dan Ryan Sebastian pun memberikan penjelasan singkat terhadap karya-karya pemenang.
Untuk kategori kelompok 1, pemenang utamanya video pendek berjudul Nyusuk Abah Harun, karya Edi Martoyo, Jawa Barat. Dalam video dijelaskan sosok Abah Harun merupakan pahlawan di bukit dan jadikan tempat aliran air untuk persawahan dan warga desa padahal dia sendiri tidak memiliki sepetak sawah. Tapi lelaki berusia 96 tahun mendedikasikan diri bagi warga sekitarnya dengan harapan sebagai pengabdian dan ibadah.
Lihat Juga :