Ketua MPR Ingatkan Kesederhanaan Agus Salim dan Persahabatan Bung Karno-Hatta
Rabu, 18 Agustus 2021 - 14:13 WIB
Bamsoet melanjutkan, dalam kehidupan kesehariannya, Agus Salim adalah seorang kontraktor, karena tempat tinggalnya selalu berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan lainnya. Salah satu kontrakannya adalah sebuah rumah mungil dengan satu ruangan besar, yang berada di gang sempit dan padat penduduk di bilangan Jatinegara. Begitu pintu dibuka, akan ada koper-koper terkumpul di sudut rumah, dan kasur-kasur digulung di sudut lainnya.
"Di situlah H Agus salim menerima tamu, makan, dan tidur bersama isteri dan anak-anaknya. Kontrakan yang paling dikenangnya adalah di gang listrik, yang justru harus hidup tanpa listrik gara-gara ia tidak mampu membayar tagihan listrik," ujarnya.
Kemudian, sambung Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu, ketika salah satu anaknya meninggal dunia, Agus Salim tidak punya uang untuk membeli kain kafan. Jenazah anaknya dibungkus dengan taplak meja dan kelambu. Ia menolak pemberian kain kafan baru, ia pun mengungkap alasannya.
Baca juga: Bung Hatta, Koperasi dan Kemandirian Bangsa
"Orang yang masih hidup lebih berhak memakai kain baru. Untuk yang mati cukuplah kain itu," kata Bamsoet menirukan ucapan Agus Salim.
"Di situlah H Agus salim menerima tamu, makan, dan tidur bersama isteri dan anak-anaknya. Kontrakan yang paling dikenangnya adalah di gang listrik, yang justru harus hidup tanpa listrik gara-gara ia tidak mampu membayar tagihan listrik," ujarnya.
Kemudian, sambung Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu, ketika salah satu anaknya meninggal dunia, Agus Salim tidak punya uang untuk membeli kain kafan. Jenazah anaknya dibungkus dengan taplak meja dan kelambu. Ia menolak pemberian kain kafan baru, ia pun mengungkap alasannya.
Baca juga: Bung Hatta, Koperasi dan Kemandirian Bangsa
"Orang yang masih hidup lebih berhak memakai kain baru. Untuk yang mati cukuplah kain itu," kata Bamsoet menirukan ucapan Agus Salim.
Lihat Juga :