Mendagri: Perlu Ada Intervensi Agar Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan
Jum'at, 29 Mei 2020 - 15:59 WIB
Eksekusi jaringan pengaman sosial itu titik sentralnya ada di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Sosial, dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Sedangkan, urusan membangkitkan ekonomi menjadi tugas kementerian yang berkantor di lapangan Banteng.
"Kemendagri membantu semua. Membantu gugus tugas, kemenko perekonomian dan kemenko PMK untuk social safety net. Sekarang sudah mulai ketemu format sebetulnya untuk menangani ini membuat balance antara kesehatan publik, penanganan pandemi Covid-19 dengan menjaga situasi ekonomi tetap hidup," terang mantan Kapolri itu dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis malam (28/5/2020).
Tito mengungkapkan upaya pencegahan penularan Sars Cov-II masih menemui masalah, terutama masih banyak masyarakat yang tidak menjaga jarak dan menggunakan masker. Dia menekankan ini memerlukan adanya intervensi untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan. Kampanye saja tidak cukup.
Intervensi ini tentunya dengan kebijakan publik. Selain itu, perlu adanya gerakan nasional, seperti membagi masker, cuci tangan, jaga jarak, yang diinisiasi pemerintah dan legislatif. Pemerintah perlu memberikan tanda pada tempat-tempat yang biasa orang mengantri, seperti di stasiun, terminal dan pasar.
"Jarak dua meteran sehingga clear. Disamping itu, tetap diawasi dan dijaga. Mungkin itu langkah yang kami sarankan ke depan dan bisa dilakukan bersama-sama," pungkas Tito.
"Kemendagri membantu semua. Membantu gugus tugas, kemenko perekonomian dan kemenko PMK untuk social safety net. Sekarang sudah mulai ketemu format sebetulnya untuk menangani ini membuat balance antara kesehatan publik, penanganan pandemi Covid-19 dengan menjaga situasi ekonomi tetap hidup," terang mantan Kapolri itu dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis malam (28/5/2020).
Tito mengungkapkan upaya pencegahan penularan Sars Cov-II masih menemui masalah, terutama masih banyak masyarakat yang tidak menjaga jarak dan menggunakan masker. Dia menekankan ini memerlukan adanya intervensi untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan. Kampanye saja tidak cukup.
Intervensi ini tentunya dengan kebijakan publik. Selain itu, perlu adanya gerakan nasional, seperti membagi masker, cuci tangan, jaga jarak, yang diinisiasi pemerintah dan legislatif. Pemerintah perlu memberikan tanda pada tempat-tempat yang biasa orang mengantri, seperti di stasiun, terminal dan pasar.
"Jarak dua meteran sehingga clear. Disamping itu, tetap diawasi dan dijaga. Mungkin itu langkah yang kami sarankan ke depan dan bisa dilakukan bersama-sama," pungkas Tito.
(maf)
Lihat Juga :