Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Cerita Perumusannya
Minggu, 15 Agustus 2021 - 06:10 WIB
• Isi naskah Proklamasi Klad merupakan tulisan tangan asli Soekarno sebagai pencatat, dan adalah merupakan hasil gubahan (karangan) oleh Mohammad Hatta dan Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo. Sedangkan isi naskah Proklamasi Otentik adalah hasil ketikan Mohamad Ibnu Sayuti Melik,
• Pada naskah Proklamasi Klad memang tidak ditandatangani. Sementara, Naskah Proklamasi Otentik diteken Soekarno dan Hatta.
Untuk diketahui, sebelum naskah tersebut jadi dan dibacakan pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Pegangsaan Timur 56, Soekarno (Bung Karno), Mohammad Hatta (Bung Hatta), dan Achmad Soebardjo merumuskan naskah tersebut pada dini harinya.
Dalam memoarnya, Bung Hatta menuliskan bahwa Bung Karno mempersilakan dirinya menyusun teks ringkas karena dianggap memiliki bahasa yang paling baik. "Apabila aku mesti memikirkannya, lebih baik Bung menuliskan, aku mendiktekannya," jawab Bung Hatta.
Kurator Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok) Jaka Perbawa mengatakan, memang sebelum Naskah
Proklamasi dirumuskan oleh Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo di Rumah Laksamana Maeda, kini Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat, Bung Hatta sudah menyiapkannya untuk dibawa pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) di Hotel Des Indes pada 16 Agustus 1945. Namun, lantaran ada Peristiwa Rengasdengklok, yakni 'diculiknya' Bung Karno dan Bung Hatta oleh kelompok muda, yang tertulis di Naskah Proklamasi adalah yang seperti kita kenal saat ini.
"Bung Hatta sudah mempersiapkan, cuma nggak diberitahukan kalimatnya apa saja. Karena yang memberikan masukan kan Bung Hatta, apa yang ditulis Bung Karno juga ada beberapa kalimat dari Bung Hatta," ujarnya kepada SINDOnews, Sabtu (14/8/2021) malam.
Baca juga: Cerita di Balik Nama Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo
Jaka juga menduga, kalimat 'dan lain lain' yang ada di Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tersebut kemungkinan adalah hal yang diringkas dari buah pikir Bung Hatta. "Karena memang Bung Karno hanya menuliskan, sementara yang jago mengolah kata adalah Bung Hatta," ujarnya.
Jaka menambahkan, kemungkinan ketiga tokoh tersebut akhirnya menyepakati yang terpenting ada pernyataan merdeka. Apalagi, saat itu kelompok muda tidak mengganggap pertemuan yang digelar di Rumah Laksamana Maeda tersebut sebagai pertemuan anggota PPKI.
Baca juga: Kisah Heroik Bocah Kediri, Bertaruh Nyawa Jadi Kurir Proklamasi Kemerdekaan 1945
Dan, pada akhirnya Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dirumuskan oleh Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo itu disetujui oleh para tokoh PPKI dan tokoh muda yang hadir, untuk selanjutnya dibacakan di Pegangsaan Timur 56 pada pukul 10.00.
• Pada naskah Proklamasi Klad memang tidak ditandatangani. Sementara, Naskah Proklamasi Otentik diteken Soekarno dan Hatta.
Untuk diketahui, sebelum naskah tersebut jadi dan dibacakan pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Pegangsaan Timur 56, Soekarno (Bung Karno), Mohammad Hatta (Bung Hatta), dan Achmad Soebardjo merumuskan naskah tersebut pada dini harinya.
Dalam memoarnya, Bung Hatta menuliskan bahwa Bung Karno mempersilakan dirinya menyusun teks ringkas karena dianggap memiliki bahasa yang paling baik. "Apabila aku mesti memikirkannya, lebih baik Bung menuliskan, aku mendiktekannya," jawab Bung Hatta.
Kurator Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok) Jaka Perbawa mengatakan, memang sebelum Naskah
Proklamasi dirumuskan oleh Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo di Rumah Laksamana Maeda, kini Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat, Bung Hatta sudah menyiapkannya untuk dibawa pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) di Hotel Des Indes pada 16 Agustus 1945. Namun, lantaran ada Peristiwa Rengasdengklok, yakni 'diculiknya' Bung Karno dan Bung Hatta oleh kelompok muda, yang tertulis di Naskah Proklamasi adalah yang seperti kita kenal saat ini.
"Bung Hatta sudah mempersiapkan, cuma nggak diberitahukan kalimatnya apa saja. Karena yang memberikan masukan kan Bung Hatta, apa yang ditulis Bung Karno juga ada beberapa kalimat dari Bung Hatta," ujarnya kepada SINDOnews, Sabtu (14/8/2021) malam.
Baca juga: Cerita di Balik Nama Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo
Jaka juga menduga, kalimat 'dan lain lain' yang ada di Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tersebut kemungkinan adalah hal yang diringkas dari buah pikir Bung Hatta. "Karena memang Bung Karno hanya menuliskan, sementara yang jago mengolah kata adalah Bung Hatta," ujarnya.
Jaka menambahkan, kemungkinan ketiga tokoh tersebut akhirnya menyepakati yang terpenting ada pernyataan merdeka. Apalagi, saat itu kelompok muda tidak mengganggap pertemuan yang digelar di Rumah Laksamana Maeda tersebut sebagai pertemuan anggota PPKI.
Baca juga: Kisah Heroik Bocah Kediri, Bertaruh Nyawa Jadi Kurir Proklamasi Kemerdekaan 1945
Dan, pada akhirnya Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dirumuskan oleh Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo itu disetujui oleh para tokoh PPKI dan tokoh muda yang hadir, untuk selanjutnya dibacakan di Pegangsaan Timur 56 pada pukul 10.00.
(zik)
Lihat Juga :