Data Kematian COVID-19 Dihapus, PAN Nilai Alasan Pemerintah Keliru
Kamis, 12 Agustus 2021 - 07:58 WIB
Legislator asal Sumatera Barat itu menegaskan, angka kematian COVID-19 bukan hanya sekadar angka. Tetapi juga sebagai bentuk akuntabiltas penanganan COVID-19 kepada masyarakat. Rakyat juga berhak tahu berapa jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona.
Dan menurut para ahli epidemiologi, kata dia, pelaporan angka kematian akibat COVID-19 sangat vital kegunaannya. "Karena merupakan sebuah pola yang dapat menjelaskan perbedaan dan perubahan status kesehatan, mengevaluasi strategi kesehatan, memandu perencanaan dan pembuatan kebijakan penanganan COVID-19 yang benar dan tepat sasaran," terangnya.
Anggota Baleg DPR RI ini menegaskan pemerintah mestinya melakukan evaluasi tentang tidak akuratnya angka kematian COVID-19 dan mencari alternatif pemecahan masalah manajemen data. Misalnya, mengubah durasi pelaporan dari harian menjadi mingguan atau bulanan. Sehingga pemerintah punya cukup waktu melakukan kroscek dan menghindari kesalahan data sebelum diumumkan ke publik. Baca juga: Angka Kematian Covid-19 Dihilangkan di Penilaian PPKM, Epidemiolog: Ini Berbahaya
"Yang penting angka kematian akibat COVID-19 ini tetap harus dapat diungkapkan oleh pemerintah kepada masyarakat. Ada makna positif dengan tetap diumumkannya angka kematian akibat Corona ini. Masyarakat tentu akan lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan dalam upaya mencegah penyebaran virus COVID-19 yang belum bisa diprediksi kapan berakhirnya," pungkas mantan Anggota DPRD Sumbar ini.
Dan menurut para ahli epidemiologi, kata dia, pelaporan angka kematian akibat COVID-19 sangat vital kegunaannya. "Karena merupakan sebuah pola yang dapat menjelaskan perbedaan dan perubahan status kesehatan, mengevaluasi strategi kesehatan, memandu perencanaan dan pembuatan kebijakan penanganan COVID-19 yang benar dan tepat sasaran," terangnya.
Anggota Baleg DPR RI ini menegaskan pemerintah mestinya melakukan evaluasi tentang tidak akuratnya angka kematian COVID-19 dan mencari alternatif pemecahan masalah manajemen data. Misalnya, mengubah durasi pelaporan dari harian menjadi mingguan atau bulanan. Sehingga pemerintah punya cukup waktu melakukan kroscek dan menghindari kesalahan data sebelum diumumkan ke publik. Baca juga: Angka Kematian Covid-19 Dihilangkan di Penilaian PPKM, Epidemiolog: Ini Berbahaya
"Yang penting angka kematian akibat COVID-19 ini tetap harus dapat diungkapkan oleh pemerintah kepada masyarakat. Ada makna positif dengan tetap diumumkannya angka kematian akibat Corona ini. Masyarakat tentu akan lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan dalam upaya mencegah penyebaran virus COVID-19 yang belum bisa diprediksi kapan berakhirnya," pungkas mantan Anggota DPRD Sumbar ini.
(kri)
Lihat Juga :