Akui Medsos Susah Dikontrol, Mahfud: Pemerintah Tak Bisa Sembarang Tutup Akun
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 03:32 WIB
Di kesempatan yang sama, Rektor Universitas Hindu Indonesia-Bali, Danriasa menjelaskan era pandemi COVID-19 maysarakat sangat sensitif dan mudah terprovokasi. Oleh karena itu, dirinya sepakat pentingnya pergurian tinggi turut serta menebarkan informasi positif yang menjadi kebijakan dari pemerintah, terutama menghadapi informasi hoaks di medsos.
"Beberapa universitas di Bali sudah aktif membuat program dalam bentuk Podcast untuk menyampaikan informasi informasi yang menjadi kebijakan pemerintah pusat yang diturunkan menjadi kebijakan pemerintah daerah," sebut Danriasa.
Danriasa menambahkan perguruan tinggi berperan strategis dalam menjaga stabilitas keamanan, politik, maupun hal lain yang berdampak pada masyarakat. Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Agama Budha Negeri Sida, Banten Sapardi menjelaskan pentingnya komunikasi integral secara menyeluruh sampai ke lapisan bawah. Baca juga: Dialog dengan Rektor PTN/PTS se-Indonesia, Mahfud MD: Pemerintah Tidak Alergi Terhadap Kritik
Menurutnya, masyarakat pun sudah memahami bagaimana pemerintah sudah berupaya dengan sebaik mungkin dalam menangani kasus COVID-19. "Bagaimana kita memberikan pembelajaran kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa memiliki pemahaman yang tepat dan tidak terjadi hoaks di media sosial," kata Sapardi.
"Beberapa universitas di Bali sudah aktif membuat program dalam bentuk Podcast untuk menyampaikan informasi informasi yang menjadi kebijakan pemerintah pusat yang diturunkan menjadi kebijakan pemerintah daerah," sebut Danriasa.
Danriasa menambahkan perguruan tinggi berperan strategis dalam menjaga stabilitas keamanan, politik, maupun hal lain yang berdampak pada masyarakat. Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Agama Budha Negeri Sida, Banten Sapardi menjelaskan pentingnya komunikasi integral secara menyeluruh sampai ke lapisan bawah. Baca juga: Dialog dengan Rektor PTN/PTS se-Indonesia, Mahfud MD: Pemerintah Tidak Alergi Terhadap Kritik
Menurutnya, masyarakat pun sudah memahami bagaimana pemerintah sudah berupaya dengan sebaik mungkin dalam menangani kasus COVID-19. "Bagaimana kita memberikan pembelajaran kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa memiliki pemahaman yang tepat dan tidak terjadi hoaks di media sosial," kata Sapardi.
(kri)
Lihat Juga :