Ahli Kimia ITB Pastikan BPA dalam Galon Guna Ulang Aman Dikonsumsi

Rabu, 21 Juli 2021 - 22:02 WIB
Dari sisi ilmiah, kata Zainal, semua zat kimia itu pasti berbahaya. Tidak hanya BPA, zat-zat prekursor yang digunakan untuk membuat botol atau galon plastik PET ((polyethylene terephthalate) atau sekali pakai juga sama-sama ada bahayanya.

"Etilena glikol yang menjadi salah satu prekursor yang digunakan untuk membuat botol atau galon plastik PET atau sekali pakai itu sangat beracun dan bisa menyerang sistem saraf pusat, jantung dan ginjal serta dapat bersifat fatal jika tidak segera ditangani," papar Zainal.

"Tapi, dalam bentuk polimernya, di mana zat-zat kimia yang menjadi prekursor bahan pembuat botol atau galon plastik itu bereaksi secara kimia, sehingga membentuk polimer PC dan PET, itu menjadi tidak berbahaya. Yang penting tetap dijaga agar polimer itu tidak terurai kembali menjadi bentuk prekursornya. Karenanya, kemasan-kemasan itu perlu diawasi secara berkala oleh BPOM," kata Zainal.

Baca juga: Soal Uji Lab BPA TUV Laboratories, Kemenperin Anggap Isu Tidak Jelas



Selain kemasan botol atau galon plastik, menurut Zainal, produk obat-obatan juga terbuat dari zat-zat kimia berbahaya. Itulah sebabnya, obat digunakan sesuai takarannya menjadi bagus, tapi jika berlebihan obat itu malah bisa membunuh.

Bahkan garam dapur yang digunakan masyarakat sehari hari untuk bahan memasak terdiri dari unsur Klorida dan Natrium. Menurutnya, Natrium itu berbahaya bahkan bisa jadi peledak. Begitu juga dengan Klor dalam Klorida sama berbahayanya dan bahkan bisa menyebabkan kematian bagi orang yang menghirupnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!