In Memoriam Beben Jazz, Penebar Benih Jazz Itu Berpulang

Selasa, 06 Juli 2021 - 21:11 WIB
Saya jarang membuka grup percakapan Whatsapp (WA). Saya tidak pandai berkomentar atau bermedia sosial sehingga takut salah tulis mengganggu kenyamanan. Tetapi diskusi personal atau japri dengan Beben tetap jalan. Dari catatan WA saya buka terakhir diskusi dengan Beben adalah tanggal 18 Mei 2021 pukul 12.58. Anakku butuh gitar elektrik dan dia menyarankan model dan merk nya. Saya beli kemudian. Mengetahui Beben masuk rumah sakit karena Corona relatif telat tetapi kemudian ikut memantau perkembangan kondisinya sambil nmendoakan kesembuhan.

Beben punya banyak pengikut yang dengan bangga mereka mengaku sebagai muridnya. Beben memang layak jadi guru dan ditiru. Sebagai guru Beben tergolong mumpuni dalam membimbing mereka yang ingin bermusik jazz. Beben telaten dan disiplin ditandai dengan tidak pernah pertemuan KJK libur sejak tahun 2004 sampai menjelang "pulang". Layak ditiru karena sebagai musisi Beben juga relgius sapat dilihat kedekatannya dengan Cak Nun. Beben memberikan ilmunya tanpa pamrih. Satu yang saya tau, dia tidak pernah marah. Walaupun pernah manggung dijanjikan dibayar tapi panitia "lupa" bayar.

Ada satu waktu dalam sebuah ajang jazz di Jakarta Selatan, tampil banyak musisi dengan grupnya masing-masing. Beben juga diundang main. Usai manggung pantia bayar Beben. Beben beres-beres alat. Sebentar berhenti minum. Selanjutnya Beben berjalan meninggakan lokasi untuk pulang. Tiba-tiba seorang penyelenggara mengejar, memanggilnya dan Beben berhenti. Pembicaraan terjadi. Bisakah honor Beben dipakai dulu buat musisi lain yang lebih senior. Panitia kurang dana. Dengan tetap senyum Beben merogoh kantong, berikan amplop yang belum dia buka, diserahkan kepada panitia dan lanjut pulang. Itulah Beben. Rezeki Tuhan yang atur, Mas. Katanya kepada saya. Sepakat.

Dalam dunia musik jazz Indonesia, Beben bukan siapa-siapa dibanding dengan para senior. Dia mengatakan itu. Cermati dan buka dokumentasi akan tampak Beben bukan musisi yang dibicarakan dunia jazz Indonesia. Beben ketawa ketika saya menyebut dirinya pendekar jazz yang mengepung kota dari desa. Dia bergerak dari Kemayoran dan merajalela ke berbagai daerah kemudian hari. Ketika banyak musisi jazz berebut panggung pada awal dekade tahun 2000-an Beben menepi tidak masuk dalam pusaran pertarungan tersebut. Beben itu waktu asik dengan sedikit anak muda peminat jazz bermain dan diskusi di garasi rumah orang tuanya, Kemayoran Jakarta Pusat. Dia punya prinsip dan konsiten.

Aktifitas Beben dengan KJK nya terus bergerak. Beben tampak menikmati dunianya dengan caranya bersama para muridnya. Dunia berputar. KJK menjadi besar. Para murid KJK mulai berani unjuk diri tampil dalam berbagai pergelaran. Beben pun diperhitungkan. Tapi dia tetap rendah hati. Bicaranya tetap santun dan sejuk. Beben menjadi "tokoh" Jazz Indonesia dan pemakaian nama Jazz di belakang menjadi sah. Beben Jazz.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!