PB PMII 2021-2024 Dikukuhkan, Abe Siap Bawa Organisasi Maju dan Mendunia
Sabtu, 26 Juni 2021 - 22:47 WIB
Dengan jumlah tersebut, seharusnya PMII mampu menjadi key opinion leader (KOL) di tengah dunia digital khusunya di media sosial. Oleh karena itu, Abe mengajak, cabang, komisariat dan rayon untuk memperbaiki platform digital membangun dan memproduksi konten yang positif serta mengedukasi.
"PB PMII akan membangun command center, untuk mengelola isu tartegis nasional yang mana PMII bisa menjadi key opinion leader," ujarnya.
Influencer, Abe membandingkan, mengalahkan kepakaran dalam mempengaruhi masyarakat. Padahal, konten yang disajikan oleh Influencer tak semuanya positif dan mengedukasi.
"Di dunia digital, kepakaran kalah dengan popularitas. Saya yakin sahabat-sahabat berdiskusi 3-5 jam, tetapi kalah hanya dengan satu dua influencer yang mohon maaf kontenya tidak selalu mendidik dan positif tapi kita tidak bisa menyaingi apa yang disampikan meraka. Untuk itu, kita perlu melakukan rekayasa hirarki dengan cara mengalahkan polularitas dengan kepakaran. Untuk itu saya akan berkolaborasi dengan sahabat baik saya, Sabrang Mowo Damar (Noe Letto) untuk membuat platform digital," jelasnya.
Kedua, lanjut Abe, mengusung program transformasi kaderisasi di bidang profesional sebagai wadah para kader yang memiliki profesi sama. Ia menyebut, akan membentuk lembaga sekurangnya 15 lembaga profesi.
"Pada bulan Juli (2021) kita akan membuat sekitar 15 lembaga profesi di PMII. Kita kumpulkan dokter, insinyur, ilmuan dan sebagainya," katanya.
"PB PMII akan membangun command center, untuk mengelola isu tartegis nasional yang mana PMII bisa menjadi key opinion leader," ujarnya.
Influencer, Abe membandingkan, mengalahkan kepakaran dalam mempengaruhi masyarakat. Padahal, konten yang disajikan oleh Influencer tak semuanya positif dan mengedukasi.
"Di dunia digital, kepakaran kalah dengan popularitas. Saya yakin sahabat-sahabat berdiskusi 3-5 jam, tetapi kalah hanya dengan satu dua influencer yang mohon maaf kontenya tidak selalu mendidik dan positif tapi kita tidak bisa menyaingi apa yang disampikan meraka. Untuk itu, kita perlu melakukan rekayasa hirarki dengan cara mengalahkan polularitas dengan kepakaran. Untuk itu saya akan berkolaborasi dengan sahabat baik saya, Sabrang Mowo Damar (Noe Letto) untuk membuat platform digital," jelasnya.
Kedua, lanjut Abe, mengusung program transformasi kaderisasi di bidang profesional sebagai wadah para kader yang memiliki profesi sama. Ia menyebut, akan membentuk lembaga sekurangnya 15 lembaga profesi.
"Pada bulan Juli (2021) kita akan membuat sekitar 15 lembaga profesi di PMII. Kita kumpulkan dokter, insinyur, ilmuan dan sebagainya," katanya.
Lihat Juga :