Wacana Presiden 3 Periode, Titi Anggraini Tantang Qodari Buktikan Hal Ini

Rabu, 23 Juni 2021 - 16:52 WIB
Baca juga: Jadi Tameng Gerakan Presiden 3 Periode, Penanganan Covid-19 Dipertanyakan

Sebab, pada akhirnya saat ini kaderisasi regenarasi oleh partai politik mandeg atau jalan ditempat. Sehingga inilah upaya yang paling baik untuk memandegkan atau menghambat kaderisasi di partai politik tidak berjalan.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Analis Politik Exposit Strategic, Arif Susanto, menyatakan dirinya lebih menyoroti cara apa yang disuguhkan oleh Muhammad Qodari soal wacana Presiden Jokowi 3 Periode. "Saya nggak mau klarifikasi karena saya tidak punya masalah personal dengan mas Qodari. Tapi saya punya problem besar dengan gagasan yang dia bawa," ujarnya.

Menurutnya, gagasan Jokowi 3 Periode ini bukan semata-mata ide yang dibawa M Qodari, tapi sudah terlihat dan mendapat sambutan dari berbagai pihak yang mulai muncul. "Ada kecurigaan walaupun harus dibuktikan bahwa orang-orang disekitar istana mulai bergerilya untuk meng goalkan ide ini," paparnya.

Menurutnya banyak yang salah dari pandangan M Qodari sebagai orang pertama yang mempublikasikan secara terang-terangan ide Jokowi 3 Periode atau Jokowi - Prabowo adalah solusi. "Benarkah Jokowi - Prabowo adalah solusi dari polarisasi yang ada. Saya ingin menegaskan penyebab polarisasi itu bukan kompetisi, kalau Qodari menyebut Jokowi - Prabowo adalah solusi polarisasi itu keliru," ungkapnya.

Menurutnya, persoalan ini harus dijernihkan bahwa sebenarnya polarisasi itu terdampak dua hal yang paling pokok diantara sebab-sebab lain. "Pertama, bahwa elite politik menggunakan propaganda secara manipulatif mendorong orang untuk memilih secara massif, jadi kompetisi itu normal," jelasnya.

Dia membayangkan jika Persipura melawan Persita lalu para pemainnya berkelahi, lalu disimpulkan sepakbola itu buruk karena itu tentukan saja pemenangnya dengan cara aklamasi. "Itu bukan kompetisi, sebab problemnya bukan disana. Problemnya adalah propaganda manipulatif itu tadi. Pemilu ditentukan oleh yang didukung banyak orang itu kemudian menjebak sebagian kandidat untuk secara manipulatif membenci kepada yang berbeda," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!