INH Gandeng Youtuber Hasan Abdillah Ajak Bangun Masjid di Uganda
Selasa, 22 Juni 2021 - 15:08 WIB
Ia berharap dengan menggandeng youtuber dan selebgram ternama ini bisa mengangkat program-program kemanusian di Uganda menjadi perhatian khusus bagi masyarakat dunia, khusunya masyarakat di Indonesia yang notabenya memiliki tingkat kedermawanan yang sangat besar.
"Semoga apa yang menjadi harapan dan impian umat muslim di Uganda bisa terwujud, dan program pembangunan masjid ini bisa segera teralisasikan, sehingga umat Islam di sana bisa lebih tenang dalam beribadah," ucapnya.
Sementara itu, Muhammad Hasan Abdilla menceritakan pertama kali menginjakkan kakinya di Uganda, khususnya di permukiman yang memiliki 100% umat muslim itu, merasa terenyuh melihat tempat ibadahnya sangat tidak layak. Pasalnya, satu-satunya masjid yang dimiliki masyarakat setempat hanya terbuat dari kayu yang dijadikan tiang penyangga tanpa memiliki tembok penutup. Kemudian untuk atapnya masjid yang diberi nama Al-Hidayah itu menggunakan asbes yang sudah rusak dan bocor di saat hujan datang. Yang lebih miris lagi, alas masjid masih merupakan tanah merah tanpa lantai sebagaimana masjid pada umumnya.
Baca juga: Sudah Memakan 83 Manusia, Buaya Peneror Uganda Dinamai Osama
"Untuk penerangan di saat malam hari, warga di sini hanya menggunakan lampu dari handphone milik jama'ah. Karena tidak ada aliran listrik di masjid ini, saat memasuki waktu salat muazin mengumandangkan adzan tidak menggunakan alat pengeras suara," tuturnya.
"Semoga apa yang menjadi harapan dan impian umat muslim di Uganda bisa terwujud, dan program pembangunan masjid ini bisa segera teralisasikan, sehingga umat Islam di sana bisa lebih tenang dalam beribadah," ucapnya.
Sementara itu, Muhammad Hasan Abdilla menceritakan pertama kali menginjakkan kakinya di Uganda, khususnya di permukiman yang memiliki 100% umat muslim itu, merasa terenyuh melihat tempat ibadahnya sangat tidak layak. Pasalnya, satu-satunya masjid yang dimiliki masyarakat setempat hanya terbuat dari kayu yang dijadikan tiang penyangga tanpa memiliki tembok penutup. Kemudian untuk atapnya masjid yang diberi nama Al-Hidayah itu menggunakan asbes yang sudah rusak dan bocor di saat hujan datang. Yang lebih miris lagi, alas masjid masih merupakan tanah merah tanpa lantai sebagaimana masjid pada umumnya.
Baca juga: Sudah Memakan 83 Manusia, Buaya Peneror Uganda Dinamai Osama
"Untuk penerangan di saat malam hari, warga di sini hanya menggunakan lampu dari handphone milik jama'ah. Karena tidak ada aliran listrik di masjid ini, saat memasuki waktu salat muazin mengumandangkan adzan tidak menggunakan alat pengeras suara," tuturnya.
Lihat Juga :