Menakar Peluang Jenderal Andika dan Laksamana Yudo sebagai Calon Panglima TNI, Siapa Kuat?

Sabtu, 19 Juni 2021 - 16:15 WIB
Andika yang merupakan menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono ini dianggap layak menduduki jabatan Panglima TNI karena memiliki segudang prestasi selama meniti karirnya di dunia militer. Mengawali pengabdiannya sebagai perwira pertama infanteri di Korps Baret Merah, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Andika pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di antaranya, Kepala Dinas Angkatan Darat (Kadispenad). Saat berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI, Andika pernah menduduki jabatan sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) dan Pangdam XII/Tanjungpura. Baca juga: Tinjau Dapur Lapangan Marinir, Panglima TNI Pastikan Asupan Gizi bagi Prajurit

Sedangkan, saat berpangkat Letnan Jenderal (Letjen) TNI, suami dari Diah Erwiany atau yang biasa dipanggil Hetty Andika Perkasa ini pernah menjabat sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad) dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Apabila Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Andika Perkasa sebagai Panglima TNI maka yang bersangkutan tidak akan lama menjabat sebagai Panglima TNI yakni hanya setahun karena akan pensiun pada November 2022. Kecuali Presiden Jokowi memperpanjang masa jabatannya seperti yang pernah dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto.

Sedangkan bila mengacu pada rotasi antarmatra dalam pergantian Panglima TNI, maka Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono merupakan sosok yang tepat menduduki jabatan tersebut. Selain itu, abituren Akademi Angkatan Laut (AAL) 1988 ini juga pernah menduduki sejumlah jabatan strategis seperti, Komandan KRI Pandrong dan KRI Sutanto, serta KRI Ahmad Yani. Termasuk Panglima Komando Angkatan Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) yang kemudian berganti menjadi Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada) serta Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan).

Selain itu, masa jabatan Yudo Margono pun cukup panjang karena baru berakhir pada November 2023. Namun, hal itu bukan berarti tanpa masalah mengingat waktu pensiun Yudo Margono hanya beberapa bulan sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dimana situasi sosial politik dipastikan cukup panas. Tidak hanya itu, peristiwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali, beberapa waktu lalu juga bisa menjadi ganjalan bagi Laksamana TNI Yudho Margono untuk menduduki jabatan Panglima TNI. Kini, waktu yang dimiliki Presiden Jokowi hanya tersisa kurang lebih enam bulan untuk memilih siapa sosok yang layak dan mumpuni menduduki jabatan prestisius sebagai Panglima TNI.

Panglima TNI Harus Disegani Dunia Internasional
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!