Kepala Daerah Diminta Fokus Kerja, Hindari Pencitraan untuk 2024
Jum'at, 18 Juni 2021 - 19:41 WIB
"Ini masalah bersama, perlu kesadaran politik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota," tuturnya.Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Polisi Gencarkan Patroli Prokes di Jakarta
Sementara itu, Presiden Ahlina Institute, Tifauzia mengungkapkan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Namun, trennya berbeda dengan tahun lalu.
"Sekarang kita hadapi pesakitan yang banyak. Tahun lalu, saya bilang pada Mei, siapkan kuburan massal karena kita hadapi CFR (case fatality rate atau tingkat kematian kasus) tinggi," katanya.
Dia melanjutkan, diperlukan fasilitas kesehatan (faskes) dan sumber daya manusia (SDM) penangan Covid-19 yang cukup untuk menanganinya. "Itu harus disiapkan," ujarnya.
Menurut dia, penyiapan faskes, termasuk fasilitas karantina dan rumah sakit (RS) darurat, tidak akan bisa berjalan baik jika hanya mengandalkan pemerintah pusat. "Beban pandemi harus dibagi," ucapnya.
Sementara itu, Presiden Ahlina Institute, Tifauzia mengungkapkan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Namun, trennya berbeda dengan tahun lalu.
"Sekarang kita hadapi pesakitan yang banyak. Tahun lalu, saya bilang pada Mei, siapkan kuburan massal karena kita hadapi CFR (case fatality rate atau tingkat kematian kasus) tinggi," katanya.
Dia melanjutkan, diperlukan fasilitas kesehatan (faskes) dan sumber daya manusia (SDM) penangan Covid-19 yang cukup untuk menanganinya. "Itu harus disiapkan," ujarnya.
Menurut dia, penyiapan faskes, termasuk fasilitas karantina dan rumah sakit (RS) darurat, tidak akan bisa berjalan baik jika hanya mengandalkan pemerintah pusat. "Beban pandemi harus dibagi," ucapnya.
(dam)
Lihat Juga :