Tiga Skenario Nasib Hubungan PDIP, Gerindra dan Golkar di Pilpres 2024
Jum'at, 18 Juni 2021 - 10:52 WIB
"Skenario ini hanya mungkin terjadi jika Prabowo menjadi capres ketiga partai tersebut, Puan mengalah menjadi cawapres, Airlangga pun mengalah tidak menjadi capres dan cawapres," kata peneliti LSI Adjie Alfarany dalam hasil survei LSI Denny JA berjudul 3 King/Queen Maker Pilpres 2024 dan Komplikasinya yang dirilis Kamis 17 Juni 2021.Baca juga: Megawati King Maker Pilpres 2024, Pilih Puan atau Ganjar?
Menurut Adjie, skenario tersebut sulit terjadi jika Puan dan Airlangga tidak bersedia mengusung Prabowo menjadi capres.
Skenario kedua, PDIP berhadapan dengan koalisi Gerindra dan Golkar. Skenario ini mungkin terjadi jika PDIP tetap ingin mencalonkan kadernya sendiri menjadi capres, Prabowo menjadi capres Gerindra dan berpasangan dengan Airlangga sebagai cawapres dari partai Golkar.
"Namun catatanya, duet Prabowo-Airlangga sulit memenangkan pertarungan karena representasi politik Muslim tidak terwakili dalam duet ini," tutur Adjie.Baca juga: Tiga Tokoh Ini Jadi Penentu Peta Politik Pilpres 2024
Skenario ketiga, Capres PDIP berhadapan dengan capres Gerindra berhadapan dengan capres Golkar (PDIP vs Gerindra vs Golkar). "Skenario ini mungkin terjadi jika PDIP ingin mengusung capres dari kader sendiri," katanya.
Menurut Adjie, skenario tersebut sulit terjadi jika Puan dan Airlangga tidak bersedia mengusung Prabowo menjadi capres.
Skenario kedua, PDIP berhadapan dengan koalisi Gerindra dan Golkar. Skenario ini mungkin terjadi jika PDIP tetap ingin mencalonkan kadernya sendiri menjadi capres, Prabowo menjadi capres Gerindra dan berpasangan dengan Airlangga sebagai cawapres dari partai Golkar.
"Namun catatanya, duet Prabowo-Airlangga sulit memenangkan pertarungan karena representasi politik Muslim tidak terwakili dalam duet ini," tutur Adjie.Baca juga: Tiga Tokoh Ini Jadi Penentu Peta Politik Pilpres 2024
Skenario ketiga, Capres PDIP berhadapan dengan capres Gerindra berhadapan dengan capres Golkar (PDIP vs Gerindra vs Golkar). "Skenario ini mungkin terjadi jika PDIP ingin mengusung capres dari kader sendiri," katanya.
(dam)
Lihat Juga :