IDI Sebut Klaster Hajatan di Lamongan adalah Tragedi
Kamis, 10 Juni 2021 - 07:02 WIB
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan Taufik Hidayat mengatakan dari 14 warga yang meninggal baru lima orang dinyatakan positif Covid-19. Sementara, 9 orang lainnya belum dapat dipastikan lantaran hasil swab test PCR belum keluar.
"Ada kemungkinan Covid atau pun bukan. Tetapi walapun bukan, tapi karena suspek, maka tetap akan kita tracing, kita isolasi, kita karantina kontak eratnya," kata Taufik.
Baca juga: Muncul Positif Corona Klaster Hajatan, Rekomendasi di Blitar Diperketat
Sementara itu, Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan juga telah menggelar swab test massal di Desa Sidodowo. Petugas langsung jemput bola mendatangi satu per satu warga yang berada di rumah. Meski terjadi lonjakan akibat klaster hajatan sepekan lalu, status Covid-19 Kabupaten Lamongan saat ini berada di zona kuning, dengan jumlah konfirmasi 2.886 orang, sebanyak 319 orang positif Covid-19, suspek meninggal 135 orang, dan positif Covid-19 meninggal 174 orang.
"Ada kemungkinan Covid atau pun bukan. Tetapi walapun bukan, tapi karena suspek, maka tetap akan kita tracing, kita isolasi, kita karantina kontak eratnya," kata Taufik.
Baca juga: Muncul Positif Corona Klaster Hajatan, Rekomendasi di Blitar Diperketat
Sementara itu, Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan juga telah menggelar swab test massal di Desa Sidodowo. Petugas langsung jemput bola mendatangi satu per satu warga yang berada di rumah. Meski terjadi lonjakan akibat klaster hajatan sepekan lalu, status Covid-19 Kabupaten Lamongan saat ini berada di zona kuning, dengan jumlah konfirmasi 2.886 orang, sebanyak 319 orang positif Covid-19, suspek meninggal 135 orang, dan positif Covid-19 meninggal 174 orang.
(abd)
Lihat Juga :