Peringatan Haul 100 Tahun Soeharto, Tutut : Momen Meneruskan Perjuangan Sang Ayah

Selasa, 08 Juni 2021 - 22:34 WIB
Setiap langkah Soeharto, selalu dilandasi dengan kedisiplinan yang tinggi sesuai jiwa kemiliteran sejak usia muda. "Dibarengi tuntunan agama yang lekat dalam jiwanya sejak kecil. Bapak pantang menyerah dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil meskipun banyak kendala yang dihadapi," ungkapnya.

Ayahnya sering mengingatkan filosofi Tri Dharma Mangkunegaran. Sebuah doktrin Pangeran Sambernyowo, leluhur keluarga dalam menumbuhkan rasa cinta rakyat kepada bangsa. Doktrin itu dikenal dengan Tri Dharma yaitu Melu Handarbeni, Melu Hangrungkebi, Mulat Sariro Hangrosowani.

Bahwa, sebagai rakyat harus tumbuh rasa ikut memiliki (Melu Handarbeni) terhadap bangsa kita yang besar ini. Untuk itu, harus mengenal secara mendalam terhadap jati diri bangsa dan harus memiliki wawasan kebangsaan yang mendalam. (Baca juga; Imam Besar Masjid Istiqlal: Soeharto Banyak Sekolahkan Anak dan Bangun Ribuan Masjid )

"Jika sudah tumbuh rasa memiliki, maka akan tumbuh tanggung jawab membela dan menjaga bangsa ini serta memajukannya (Melu Hangrungkebi) untuk kesejahteraan bersama. Dengan kata lain memiliki tanggung jawab kebangsaan," bebernya.

Semasa hidupnya, kata Tutut, ayahnya kerap berpesan agar pandai bersyukur. Keluarganya dididik dalam spirit keagamaan dan tidak semata dibesarkan untuk bisa menikmati gemerlapnya kehidupan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!