Peringati 100 Tahun Presiden Soeharto, Keluarga Gelar Doa Bersama di Masjid At Tin
Selasa, 08 Juni 2021 - 13:13 WIB
”Hingga pada suatu titik penting hidupnya, Pak Harto diberi tanggung-jawab yang luar biasa berat, di antaranya memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949, meredakan pemberontakan-pemberontakan di berbagai daerah, memimpin operasi Mandala Pembebasan Irian Barat, serta membawa bangsa ini keluar dari kemelut nasional pasca kudeta G30S/PKI,” kata dia.
Tak hanya itu, Soeharto juga dipercaya menjadi Presiden Kedua Republik Indonesia (RI) dan menjalankan amanatnya tersebut dengan adil, mewujudkan makmur dan kesejahteraan bagi masyarakat. Banyak prestasi yang diukir Soeharto selama memimpin Indonesia. Di antaranya, berjasa besar di bidang pembangunan ekonomi dan pertanian karena mampu menurunkan tingkat inflasi dari 650% menjadi 12% dalam beberapa tahun pertama kepemimpinannya.
”Selama Pak Harto menjadi Presiden, ekonomi Indonesia sempat tumbuh rata-rata secara konstan di atas 7% pertahun, bahkan pernah di atas 9% pada awal-awal kepemimpinannya. Tiada kenal lelah, Pak Harto memanfaatkan waktu dan tenaga yang dimilikinya untuk memikirkan, mendiskusikan, dan mengambil keputusan yang tak mudah bagi kebaikan Indonesia. Didampingi Hj. Siti Hartinah Soeharto, bahu membahu tanpa pamrih mewujudkan apa yang didambakan oleh rakyat hingga purna tugas pada Mei 1998,” paparnya.
Tentunya, rakyat Indonesia ada yang sangat puas menerima, namun ada pula yang tak puas dengan kiprah Soeharto selama menjabat Presiden. Momentum 8 Juni 2021, kata dia, satu abad pascahari kelahirannya yang istimewa diharapkan mampu dijadikan momentum untuk menghidupkan semangat, menemukan, dan meraih keteladanan dari segala kiprah yang telah dilaksanakan semasa hidupnya.
”8 Juni 2021 juga bisa menjadi momentum untuk mensyukuri betapa pikiran, tindakan, dan kiprah Pak Harto dalam membangun bangsa dan negara, nyata benar manfaatnya. Keluarga dan pencinta Pak Harto mengajak seluruh handai taulan, serta bangsa Indonesia untuk memanjatkan doa bagi Pak Harto dan juga Ibu Tien Soeharto, agar kiprah mereka di dunia menjadi amal baik yang melapangkan jalan mereka ke surge,” tandasnya.
Tak hanya itu, Soeharto juga dipercaya menjadi Presiden Kedua Republik Indonesia (RI) dan menjalankan amanatnya tersebut dengan adil, mewujudkan makmur dan kesejahteraan bagi masyarakat. Banyak prestasi yang diukir Soeharto selama memimpin Indonesia. Di antaranya, berjasa besar di bidang pembangunan ekonomi dan pertanian karena mampu menurunkan tingkat inflasi dari 650% menjadi 12% dalam beberapa tahun pertama kepemimpinannya.
”Selama Pak Harto menjadi Presiden, ekonomi Indonesia sempat tumbuh rata-rata secara konstan di atas 7% pertahun, bahkan pernah di atas 9% pada awal-awal kepemimpinannya. Tiada kenal lelah, Pak Harto memanfaatkan waktu dan tenaga yang dimilikinya untuk memikirkan, mendiskusikan, dan mengambil keputusan yang tak mudah bagi kebaikan Indonesia. Didampingi Hj. Siti Hartinah Soeharto, bahu membahu tanpa pamrih mewujudkan apa yang didambakan oleh rakyat hingga purna tugas pada Mei 1998,” paparnya.
Tentunya, rakyat Indonesia ada yang sangat puas menerima, namun ada pula yang tak puas dengan kiprah Soeharto selama menjabat Presiden. Momentum 8 Juni 2021, kata dia, satu abad pascahari kelahirannya yang istimewa diharapkan mampu dijadikan momentum untuk menghidupkan semangat, menemukan, dan meraih keteladanan dari segala kiprah yang telah dilaksanakan semasa hidupnya.
”8 Juni 2021 juga bisa menjadi momentum untuk mensyukuri betapa pikiran, tindakan, dan kiprah Pak Harto dalam membangun bangsa dan negara, nyata benar manfaatnya. Keluarga dan pencinta Pak Harto mengajak seluruh handai taulan, serta bangsa Indonesia untuk memanjatkan doa bagi Pak Harto dan juga Ibu Tien Soeharto, agar kiprah mereka di dunia menjadi amal baik yang melapangkan jalan mereka ke surge,” tandasnya.
(cip)
Lihat Juga :